Home >> >>
Tingkat Pemilihan di Lapas akan Capai 100 Persen
Kamis , 13 Mar 2014, 17:33 WIB
ANTARA FOTO
Lapas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo memprediksi partisipasi pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) tersebut akan mencapai 100 persen.

"Pada pemilu 2009, angka partisipasinya 100 persen. Kami yakin pada pemilu 2014 akan seperti itu juga," kata staf Pendidikan Anak Didik Lapas Gorontalo dan juga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS setempat, Yarhan Pantu, Kamis (13/3).

Selain tingkat partisipasi yang tinggi, menurutnya proses pemungutan dan penghitungan suara di Lapas cenderung lebih mudah dibanding TPS lainnya, karena pemilih sudah berada dalam satu lokasi.

"Biasanya pemungutan suara di lapas juga akan lebih cepat dan pemilih menyalurkan hak suaranya tanpa harus jauh-jauh ke TPS," jelasnya. Untuk membantu warga binaan memperoleh informasi dan mengenali caleg yang berada di daerah pemilihan tersebut, pihak Lapas mempersilahkan caleg berkunjung ke tempat tersebut.

"Caleg yang ingin datang melakukan sosialisasi atau silaturahmi dalam lapas tidak dilarang, selama tidak melanggar ketentuan berkunjung ke lapas," ujarnya. Meski demikian, sejauh ini baru ada satu caleg yang melakukan sosialisasi di Lapas Gorontalo.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Gorontalo Mohamad N.Tuli meminta pihak lapas untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap caleg yang ingin melakukan silaturahmi maupun sosialisasi.
"Harus memenuhi unsur pemerataan dan keadilan, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari," ujarnya.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar