Ragam Tradisi Berbuka Puasa di Arab Saudi

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Hasanul Rizqa

Senin 06 May 2019 11:28 WIB

Warga Arab Saudi ketika berpuasa puasa Ramadhan pada tahun lalu. Foto: regionalpost.com Warga Arab Saudi ketika berpuasa puasa Ramadhan pada tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Umat Islam bergembira memasuki bulan Ramadhan. Di bulan suci ini, terdapat banyak tradisi yang diterapkan masyarakat Muslim di berbagai negara. Salah satunya, Arab Saudi.

Di negara ini, Ramadhan selalu diwarnai peningkatan keramahtamahan (hospitality) publik. Ambil contoh ketika memasuki saat-saat berbuka puasa.

Baca Juga

Saat matahari mulai terbenam--penanda waktu berbuka puasa tiba--rumah-rumah di Arab Saudi dipenuhi aroma kapulaga dari sajian makanan dan kopi Arab.

Ada juga berbagai kudapan, seperti adonan goreng samboosa. Aroma harum menguar dari karkadeh atau teh bunga rosella, serta teh kembang sepatu (hibiscuc).

Di seluruh wilayah Arab Saudi, lantunan ayat suci Alquran amat mudah dijumpai. Selain itu, masyarakat setempat juga menggiatkan silaturahim. Inilah kesempatan untuk menyajikan hidangan, termasuk untuk anak-anak. Ada permen khas Arab seperti lugaymat dan atayef. Itu sejenis pancake tipis yang diisi dengan krim atau almond goreng yang ditaburi sirup.

Dilansir Arab News, Senin (6/5), umumnya warga Arab Saudi berbuka puasa dengan beberapa buah kurma dan susu atau minuman yogurt. Untuk menambah kesegaran, minuman mereka terkadang dicampur dengan daun mint. Sementara, sejumlah keluarga ada juga yang menyusun nampan minuman qamar al-din alias jus aprikot, lalu soobya, dan jus asam.

Sobya menjadi minuman tradisional di Tanah Suci. Sajian ini terbuat dari gandum atau roti yang disiram air selama beberapa hari dan dimaniskan dengan gula dan kismis.

Tiap keluarga di sana menyantap hidangan makanan ringan dengan suasana santai setelah berbuka puasa. Kemudian, mereka lanjut dengan shalat maghrib berjamaah, lalu tadarus Alquran, untuk kemudian siap-siap melaksanakan shalat tarawih.

Terpopuler