Penumpang yang Tiba di Pulogebang Naik 179 Persen

Red: Indira Rezkisari

Rabu 12 Jun 2019 14:55 WIB

Sejumlah penumpang dari berbagai daerah turun dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Sabtu (8/6). Foto: Republika/Prayogi Sejumlah penumpang dari berbagai daerah turun dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Sabtu (8/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah penumpang yang tiba di Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada puncak arus balik Lebaran tahun 2019 meningkat hampir 179 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor layanan bus yang nyaman diprediksi menjadi salah satu alasannya.

Kepala Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Terminal Pulogebang Emiral August mengatakan, situasi itu terjadi karena beberapa hal.

Baca Juga

"Ada masyarakat yang mengatakan saat ini naik bus lebih nyaman dan pelayanannya lebih bagus. Selain itu, ada juga faktor tingginya harga tiket moda transportasi lain seperti pesawat," ujar Emiral di Terminal Pulogebang, Jakarta, Rabu (12/6).

Dia mengatakan saat puncak arus balik Lebaran di Pulogebang, yang jatuh pada Minggu (9/6) atau H+3 Lebaran, ada 14.612 penumpang yang tiba di terminal yang dibawa oleh 555 kendaraan. Sementara di tahun 2018, hanya ada 6.988 penumpang dengan menggunakan 270 kendaraan yang sampai di Terminal Pulogebang saat puncak arus balik Lebaran di H+4.

Meski meningkat lebih dari 100 persen, Emiral menyatakan tidak ada kejadian negatif yang terjadi selama arus balik berlangsung.

"Semua dalam keadaan aman. Terminal diamankan oleh personel TNI, Polri dan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Kami juga menyediakan 64 kamera pantau atau CCTV dan pos-pos pengamanan. Penumpang ataupun pengendara yang sakit dapat berobat ke posko kesehatan dengan cuma-cuma. Untuk bus, kami rutin mengadakan uji kelayakan atau ramp check," tutur Emiral.

Sementara terkait pilihan kembali ke Jakarta menggunakan bus, salah satu penumpang asal Padang, Sumatera Barat, bernama Indra mengatakan bahwa keputusan itu diambilnya karena tiket pesawat mahal.

"Saya sudah membandingkan harga bus dan pesawat. Jauh sekali bedanya," katanya.

Lain lagi dengan Deska, penumpang dari Purwokerto, Jawa Tengah, yang mengaku lebih nyaman naik bus daripada transportasi lain. "Saya memang sengaja naik bus," tutur dia.

Terpopuler