Menpora Apresiasi Ketaatan Prokes dalam PON Papua

Menpora Zainuddin Amali (kedua kanan bawah) menyerahkan medali emas kepada tim senam artistik putri DKI Jakarta saat Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) senam artistik putri PON Papua (ilustrasi).
Menpora Zainuddin Amali (kedua kanan bawah) menyerahkan medali emas kepada tim senam artistik putri DKI Jakarta saat Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) senam artistik putri PON Papua (ilustrasi).
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengapresiasi semua pihak yang selalu menaati protokol kesehatan (prokes) selama penyelenggaraan PON XX Papua untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Pertandingan bisa dilakukan, tapi prokes-nya juga tetap bisa terjaga. Ini sangat bagus. Mungkin karena sebagian besar masyarakat sudah divaksin," kata Menpora Amali dalam webinar bertajuk Kesiapan PON XX Papua, Terapkan Protokol Kesehatan yang diikuti di Jakarta, Selasa (5/10).

Baca Juga

Perhelatan PON XX Papua ini sangat ditunggu masyarakat Papua, sehingga sudah sewajarnya masyarakat bisa menikmati pesta olah raga itu. Menpora mengatakan, warga setempat tidak bisa dilarang menyaksikan pertandingan.

"Kita beri perlindungan kepada mereka. Protokol kesehatannya dijalankan. Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) berperan mengawasi," katanya.

Menpora pun sangat mengapresiasi kelancaran jalannya perhelatan PON ini. Sebelum PON XX dimulai, kata dia, banyak kekhawatiran terjadinya hal-hal yang akan mengganggu kegiatan. 

"Sampai dengan hari ini, Alhamdulillah, tidak ada hal yang begitu mengkhawatirkan. Bahkan ada beberapa cabang olah raga yang sudah menyelesaikan pertandingan," tutur Amali.

Panwasrah PON XX menerapkan sistem bubble yang ketat untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 selama perhelatan PON berlangsung. Sistem bubble membatasi gerak semua pihak agar hanya beraktivitas sesuai kegiatan PON saja. Sistem ini bertujuan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 selama perhelatan PON XX berlangsung.

PON XX Papua digelar pada 2-15 Oktober 2021 dengan total cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 37 dan melibatkan 7.039 atlet. Meskipun beberapa cabang olahraga memulai pertandingan lebih awal. Terdapat pula 3.585 ofisial cabor dan 2.017 ofisial kontingen yang turut berpartisipasi di PON XX Papua.

Komentar

Terkait


Atlet anggar putri Jabar Siti Nurlaela (kiri) berusaha menusuk atlet anggar putri Maluku Weldy De Fretes (kanan) saat bertanding pada babak penyisihan Anggar kategori Degen Individual Putri PON Papua di Kompleks Gereja ST Yoseph, Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (5/10/2021).

Riau Raih Dua Emas di Hari Kedua Anggar

Pelompat jauh Bali Maria Natalia Londa bertanding dalam babak final lompat jauh putri cabang atletik PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (5/10/2021). Maria Londa meraih medali emas dalam nomor tersebut, sementara medali perak diraih atlet Nusa Tenggara Barat (NTB) Rohani dan medali perunggu diraih atlet Papua Vinsensia Awutet Amjaram.

Di Bawah Guyuran Hujan, Maria Londa Rebut Emas

Pelari Jawa Barat Agus Prayogo (kiri) berlari paling depan dalam babak final nomor lari 5.000 meter putra cabang atletik PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (5/10/2021). Agus meraih medali emas, sementara pelari Jabar lainnya Pandu Sukarya meraih medali perak dan pelari Bangka Belitung Robi Sianturi meraih medali perunggu.

Incar Emas karena Ingin Dikalungi Medali oleh Luhut

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Dinkes: Kasus Covid Atlet DKI Belum Dipastikan Varian Baru

Anggota Brimob pengawal Kontingen DKI Jakarta (ki-ka), Rizaldi, Ririn Dwi Utomo, dan Yudha Nugraha.

Kisah Prajurit 'Pengawal' DKI yang Ikut Bantu Perbekalan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

Ikuti

× Image