UMY Tambah Tujuh Guru Besar Selama Pandemi

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Kampus UMY.
Kampus UMY. | Foto: Wahyu Suryana.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan bagi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meningkatkan kualitas pendidikan. Bahkan, selama pandemi UMY mampu melahirkan tujuh guru besar atau profesor dalam berbagai bidang akademik.

Salah satunya yakni Rektor UMY, Prof Gunawan Budiyanto. Dalam penyerahan SK Guru Besar, Gunawan mengatakan, sebelum pandemi Januari 2020, UMY melahirkan empat guru besar dan setelahnya saat pandemi UMY melahirkan tujuh guru besar.

Maka itu, ia merasa, kondisi ini patut disyukuri karena dalam masa pandemi UMY mampu mencetak tujuh guru besar yang menjadi capaian yang luar biasa. Setelah ini, UMY mengajukan empat calon guru besar untuk diajukan menjadi guru besar.

Gunawan turut mengimbau agar dosen-dosen UMY siap meniti jenjang karir lebih tinggi. Sudah saatnya dosen UMY naik pangkat jabatan fungsional guru besar. Itu pula yang jadi alasan ada kewajiban dosen mengisi Satuan Kinerja Pegawai (SKP).

"Karena dari SKP bisa dinilai mana yang harus maju, mana yang harus mendapat bimbingan dan mana yang dalam waktu dekat ini harus diajukan," kata Gunawan, Selasa (30/11).

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah V, Bimo Widyo Andoko menambahkan, rektor UMY saat ini tercatat sebagai guru besar ke-17 di UMY. Saat ini, total Guru Besar di Yogyakarta tercatat sejumlah 127 orang.

Dengan rincian 28 dosen DPK, 60 dosen tetap yayasan, 39 dosen ber-IDK. Bimo menjelaskan, peran universitas saat ini mendorong dosen menjadi guru besar. Sebab, ia menekankan, menjadi guru besar saat ini tidak ada patokan umur.

"Sehingga, universitas mendorong dosen-dosen untuk menaikan jabatan fungsional jadi guru besar untuk meningkatkan kualitas riset dan pendidikan di kampus," ujar Bimo.

Untuk mendukung perkuliahan, UMY turut mengadakan kembali vaksinasi massal. Tapi, berbeda dari biasanya, agenda vaksinasi kali ini tidak dilaksanakan dengan sistem drive thru, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kali ini digelar di Incident Command System (ICS) UMY yang terletak di Selasar UMY Boga. Sebanyak 330 dosis vaksin Moderna 1 dan 2 disediakan dalam kegiatan vaksinasi yang kembali didukung oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas tersebut.

Komandan ICS UMY, Al Afik menerangkan, sejak Maret lalu UMY telah melaksanakan agenda vaksinasi massal sebanyak 18 kali dengan target civitas akademika serta masyarakat umum. Sedangkan, ini merupakan agenda vaksinasi massal terakhir.

"Namun, UMY akan terus menyediakan vaksin secara harian. Vaksin bisa diakses dengan mendaftarkan diri melalui hotline ICS UMY di nomor 0811 2920 111 atau bisa datang langsung ke kantor ICS. Vaksin harian yang kami sediakan Sinovac," katanya.

Sejauh ini, Afik mengungkapkan, civitas akademika yang sudah mendapat vaksin 97 persen. Meski begitu, UMY terus melakukan pendataan kepada yang belum divaksin, dan terus membuka diri memfasilitasi masyarakat umum, khususnya sekitar UMY.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Varian Delta Belum Mereda, Omicron Kini Mengancam

Guru Besar Unissula Fokus Majukan Ekonomi Syariah

Kredit Perbankan Diproyeksikan Tumbuh Pesat pada 2022

Menparekraf: Pandemi Dorong Perkembangan Ekonomi Digital

Pandemi Dinilai Pacu Berkembangnya Teknologi Kesehatan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark