Catatkan Kematian Pertama Omicron, India Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rep: My41/ Red: Fernan Rahadi

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kematian pertama di India dengan kasus Covid-19 varian Omicron terjadi pada seorang pria berusia 74 tahun di negara bagian barat Rajasthan, Rabu (5/1). Para pejabat mengatakan, pria tersebut menderita diabetes dan kondisi komorbiditas lainnya.

Sementara, India telah melaporkan 2.630 kasus Omicron sejauh ini. India bersiap menghadapi gelombang ketiga Covid-19 karena kota-kota terbesarnya seperti ibu kota New Delhi dan pusat keuangan Mumbai mengalami lonjakan kasus. Menteri Kesehatan Delhi Satyendar Jain mengatakan bahwa 81 persen sampel Covid-19 di kota itu dinyatakan positif mengandung Omicron.

Hal ini terjadi kenaikan hampir enam kali lipat selama sepekan terakhir, yakni lebih dari 90 ribu kasus pada hari Kamis, yang menurut para ahli dipicu oleh varian Omicron. Dilansir dari BBC News, India mencatat 325 kematian dalam 24 jam tetapi hanya satu yang dikaitkan dengan Omicron.

"Secara teknis ini adalah kematian terkait Omicron. Dia adalah orang tua yang menderita diabetes dan kondisi komorbiditas," kata Sekretaris Bersama Kementerian Kesehatan, Lav Agarwal pada konferensi pers harian, Rabu.

Lebih lanjut, Surat kabar Indian Express melaporkan bahwa pasien tersebut dirawat di sebuah rumah sakit di kota Udaipur di negara bagian Rajasthan pada 15 Desember dan meninggal 15 hari kemudian. Dokter mengatakan pria itu telah divaksinasi lengkap.

Selama briefing hari Rabu, kepala Dewan Riset Medis India (ICMR) Balram Bhargava mengatakan bahwa varian Omicron adalah regangan sirkulasi utama di kota-kota dan semua pertemuan massal harus dihindari.

Agarwal mengatakan negara bagian Maharashtra, Benggala Barat, Delhi, Kerala, Tamil Nadu, Karnataka, dan Jharkhand adalah beberapa negara bagian yang menjadi perhatian dengan peningkatan tajam dalam kasus mingguan dan tingkat positif.

Sejauh ini, India telah mencatat lebih dari 35 juta kasus Covid-19 dan sekitar 482 ribu kematian akibat virus tersebut. Gelombang kedua bencana pada April dan Mei 2021 melihat infeksi dan kematian meningkat ketika rumah sakit kehabisan tempat tidur, oksigen, dan obat-obatan yang menyelamatkan jiwa. Data awal menunjukkan bahwa mereka dengan Omicron cenderung menghabiskan waktu di rumah sakit dalam perawatan kritis dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Tetapi para ahli dan dokter khawatir bahwa lonjakan masih bisa menggagalkan layanan kesehatan. Terutama karena India menuju pemilihan beberapa negara bagian, yang sering disertai dengan demonstrasi besar-besaran.

Beberapa negara bagian, termasuk New Delhi dan Maharashtra, yang mana Mumbai adalah ibu kotanya, telah memberlakukan kembali pembatasan dan jam malam sementara untuk membatasi pertemuan dan menahan penyebaran virus.

 

Terkait


Fauci Peringatkan Agar tak Anggap Remeh Omicron

WHO Peringatkan Infeksi Omicron Bukan Pilek Biasa

Infeksi Omicron Kabarnya Lebih Ringan, Mengapa Epidemiolog Bilang Jangan Disepelekan?

Pintu Masuk Indonesia Sementara Ditutup Bagi Warga dari 14 Negara

Prancis Hadapi Situasi Terburuk Akibat Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark