Pedagang Pasar Legi Pindah 100 Persen, Pasar Darurat Mulai Dibongkar

Rep: Binti Sholikah/ Red: Muhammad Fakhruddin

Aktivitas pedagang di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/1). Para pedagang sudah pindah dari pasar darurat dan mulai menempati bangunan baru Pasar Legi.
Aktivitas pedagang di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/1). Para pedagang sudah pindah dari pasar darurat dan mulai menempati bangunan baru Pasar Legi. | Foto: Republika/Binti Sholikah

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Ribuan pedagang Pasar Legi di Solo, Jawa Tengah, sudah pindah 100 persen dari lapak pasar darurat yang mereka tempati sejak kebakaran pasar pada akhir Oktober 2018 lalu. Mereka mulai menempati bangunan baru Pasar Legi yang berkonsep ramah lingkungan.

Berdasarkan pantauan Republika, Jumat (14/1), lapak pasar darurat di sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Legi sudah dikosongkan para pedagang. Sejumlah petugas terlihat membongkar lapak-lapak tersebut.

Sedangkan di dalam bangunan pasar yang baru, belum semua pedagang menempati kios/los mereka. Aktivitas jual beli lebih terlihat di lantai dasar (basement) ketimbang di lantai 1. Lantai dasar ditempati oleh pedagang cabai, sayuran dan bumbu dapur.

Sedangkan di lantai 1, masih banyak los yang kosong daripada yang sudah ditempati. Sebagian los terlihat dipasangi kisi-kisi atau terali besi sebagai pembatas dan untuk mengamankan barang dagangan.

Baca Juga

Salah satu pedagang, Wakinem (50), mengaku baru tiga hari pindah ke dalam bangunan pasar yang baru. Dia langsung menempati dan membuka dagangannya di losnya lantai basement.

"Pelanggan saya sudah tahu kalau pindah di sini. Sebelum pindah, saya sudah memberi tahu mereka agar tidak bingung mencari," kata Wakinem saat ditemui Republika di los lantai basement Pasar Legi, Jumat.

Pedagang asal Boyolali tersebut menjual aneka bawang yakni bawang bombay, bawang merah dan bawang putih. Dia mengakui bangunan pasar yang baru lebih bersih dan rapi.

"Lebih bagus dari sebelumnya. Semua berubah, lebih nyaman. Untuk retribusi masih gratis," ucap Wakinem.

Pedagang lainnya, Menik (55), mengaku baru satu hari menempati losnya di lantai basement. Sebenarnya, dia sudah pindah dari pasar darurat sejak sepekan yang lalu. Namun, losnya tidak langsung ditempati lantaran menunggu pemasangan kisi-kisi sampai selesai. Dia sengaja memasang kisi-kisi agar dagangan di losnya rapi.

"Baru kemarin dibawa ke sini daganganya. Karena baru buka ya jualannya masih sepi," ujar pedagang asal Gondangrejo, Karanganyar, tersebut.

Perempuan berkerudung tersebut menilai, secara umum bangunan pasar yang baru sudah bagus. Hanya saja, udara di ruangan dirasa cukup panas lantaran kipas ventilator atap belum dinyalakan.

"Kalau sudah biasa tidak apa-apa. Ini masih adaptasi," imbuh pedagang yang berjualan kentang dari Dieng tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Solo, jumlah pedagang di Pasar Legi sebanyak 3.160 orang. Mereka dibagi menjadi empat blok yakni A, B, C dan D sesuai zonasi yang ditetapkan. Di lantai dasar, Blok A ditempati pedagang kerupuk, pakaian, dan buah, lalu Blok B ditempati penjual sayur, cabai, bawang merah, bawang putih, ketela dan hasil bumi. Kemudian, Blok C untuk pedagang empon-empon, serta Blok D ditempati pedaganh daging, arang, garam, kolang-kaling, gilingan tepung dan tempe.

Selanjutnya, di lantai 1 Blok A zona untuk pedagang sembako, plastik dan kelontong, lalu Blok B untuk pedagang grabatan, Blok C untuk pedagang kepala dan Blok D untuk pedagang ikan asin. Sedangkan lantai II untuk pedagang kuliner dan pelataran (oprokan).

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kotq Solo, Heru Sunardi, mengatakan, semua pedagang kooperatif dan tidak ada yang menolak untuk pindah dari pasar darurat. Jika ada yang menolak, maka akan mendapatkan sanksi dari Dinas Perdagangan.

"Kalau aturan di Perda, tidak menempati dua bulan maka dicabut SHP-nya (surat hak penempatan). kalau masih jualan di luar ya diambil. tapi ini sudah dibongkar semua kok, semua sudah masuk," terang Heru kepada wartawan, Kamis (13/1).

Dia menyebut, jumlah pedagang yang masuk ke Pasar Legi sama dengan jumlah awal pedagang sebelum bangunan pasar yang lama terbakar. Yang membedakan, pedagang pelataran di lantai II.

"Pedagang oprokan kami akomodasi, yang dulu jualan di pinggir-pinggir jalan, ini kami naikkan semua. Total satu shift bisa menampung 300 pedagang oprokan. Tiga shift sekitar 800 pedagang, paling banyak saat sore dan malam," pungkasnya.

Terkait


Besok, Hari Terakhir Pedagang Masuk Bangunan Baru Pasar Legi

Pemkot Surakarta Sanksi Pedagang Pasar Legi yang tak Segera Pindah

Masih Tinggi, Harga Cabai di Pasar Legi Solo Turun Sedikit

Uji Aksesibilitas Layanan Publik untuk Difabel

Pemkot Sosialisasikan Pembagian Kios Pasar Legi ke Pedagang

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark