Senin 04 Apr 2022 03:40 WIB

DPRD DKI Minta Semua Sekolah Perketat Prokes Saat PTM 100 Persen

Pihak sekolah wajib mengantisipasi terjadinya penularan pada saat PTM.

Red: Andi Nur Aminah
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana (kanan) melakukan peninjauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (ilustrasi)
Foto: Dok BM 400
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana (kanan) melakukan peninjauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPRD DKI Jakarta meminta semua sekolah untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) seiring dengan dimulainya secara resmi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di Jakarta sejak 1 April 2022. Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (3/4/2022) menilai hal ini diperlukan karena meski angka penularan Covid-19 telah jauh melandai dan persiapan sejumlah sekolah sudah cukup baik, pihak sekolah wajib mengantisipasi terjadinya penularan pada saat PTM.

"Kita lihat persiapan cukup baik, harapan kita prokes itu tetap dikedepankan," ujar Iman.

Baca Juga

Iman menjelaskan bukan tidak mungkin sekolah bisa ditutup kembali jika terjadi penularan sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. "Karena itu, kami juga mengimbau kepada anak-anak untuk tetap menjaga prokes meskipun di luar sekolah, seperti saat perjalanan pulang dan jangan berkerumun. Takut jadi klaster baru," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi E Rany Mauliani. Selain para siswa dan pihak lainnyadi sekolah wajib memperketat prokes, ia juga meminta agar sirkulasi udara dalam ruang kelas diperhatikan. "Kami harap sekolah menjaga kredibilitasnya untuk tetap melaksanakan prokes secara ketat seperti memperhatikan sirkulasi udaranya," ucapnya.

Rany juga meminta Dinas Pendidikan untuk rutin mengevaluasi penerapan PTM 100 persen ini. Apabila ada indikator yang menyatakan peserta didik ataupun warga sekolah yang terpapar di atas lima persen, maka harus ada tindakan tegas.

"Saya rasa kalau memang sampai lima persen yang terkena, harus jadi perhatian. Tapi kalau hanya terjadi satu, saya minta jangan ditutup. Dievaluasi saja rombongan belajarnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengaku siap untuk melaksanakan PTM 100 persen dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan untuk prokes. "Saat ini persiapan tetap kita lakukan, baik dari infrastrukturnya, gurunya, dan masih tetap mengatur pelajaran juga sampai optimal. Setelah libur awal Ramadhan, kami akan kembali 100 persen pada Senin (4/4/2022)," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement