Pentingnya Menyibukkan Diri dengan Ibadah di Bulan Ramadhan

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Selasa 05 Apr 2022 23:32 WIB

Pentingnya Menyibukkan Diri dengan Ibadah di Bulan Ramadhan. Foto: Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim. Foto: Anadolu Agency Pentingnya Menyibukkan Diri dengan Ibadah di Bulan Ramadhan. Foto: Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sebagai umat Islam yang diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan penting menyibukkan diri dengan ibadah-ibadah unggulan. Jadikan waktu ini sebagai perbaikan lahir dan batin demi mendapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Waktu pada hakekatnya adalah kehidupan dan umur itu sendiri, maka menjaga waktu adalah pangkal segala kebaikan, terutama di bulan Ramadhan," tulis Ustadz Abu Muhammad Ibnu Shalih Hasbulloh dalam bukunya "Mengatur Waktu di Bulan Ramadhan'.

Baca Juga

Ibnul Qayyim rahimahullaah dalam kitabnya Ad-Daa-u wad Dawaa-u (hal.239) berkata: “Barang siapa yang waktunya digunakan untuk Allah dan dimanfaatkan sesuai dengan perintah Allah,maka itulah kehidupan dan umurnya yang hakiki.”

Ustaz Abu Muhammad menyampaikan, Allah SWT telah banyak bersumpah dengan waktu dalam Alqur-an, seperti bersumpah dengan malam, siang,waktu Fajar, waktu Dhuha, waktu 'Ashar dan lain-lain. Apabila sesuatu dipakai oleh Allah sebagai sumpah, maka hal itu menunjukkan pen-tingnya sesuatu yang dipakai sumpah tersebut.

"Banyak ayat-ayat yang mendorong seorang hamba untuk menyibukkan diri dengan ibadah pada waktu-waktu tertentu," katanya.

Dalam surah Al-Isra Allah SWT berfirman: “Dan pada sebagian malam bari sbalat tahajudlah engkau sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Rabbmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Allah SWT mensifati orang yang bertakwa dengan sedkit tidur dan banyak berdoa di waktu malam. Hal ini sesuai surah Adz-Dzaariyaat: 17-18 yang artinya:

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar."

Allah SWT mendorong para hamba-Nya untuk berlomba-lomba mendapatkan kebaikan dari waktu-waktu mereka, sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali Imrah ayat 133 yang artinya.

"Dan bersegeralab kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."

Di antara dalil-dalil dalam as-Sunnah, di antaranya sabda Rasulullah sballallaabu 'alaibi wa sallam:

“Dua kaki seorang hamba tidak akan melangkah pada hari Kiamat, hingga ia ditanya tentang empat hal: 1) tentang usianya, untuk apa ia gunakan, 2) tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan, 3) tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia infakkan, 4) tentang ilmunya, bagaimana ia amalkan."

Nabi shallallaabu 'alaibi wa sallam bersabda:

“Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu oleh keduanya; Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).”

Waktu yang terdiri dari siang dan malam adalah laksana modal dalam perniagaan. Jika disia-siakan, maka ia akan merugi. Apalagi Ramadhan merupakan waktu-waktu yang terbatas, dan belum tentu umur kita disampaikan pada Ramadhan yang akan datang, maka manfaatkanlah.

Terpopuler