Festival Olahraga Tradisional Ajang Lestarikan Muatan Lokal

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin

Peserta dari Sleman menampilkan permainan Koko-Koko pada Festival Olahraga Tradisional di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Ahad (28/8/2022). Festival yang diikuti 19 kontingen dari berbagai daerah tersebut untuk mengenalkan berbagai olahraga permainan tradisional di Indonesia.
Peserta dari Sleman menampilkan permainan Koko-Koko pada Festival Olahraga Tradisional di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Ahad (28/8/2022). Festival yang diikuti 19 kontingen dari berbagai daerah tersebut untuk mengenalkan berbagai olahraga permainan tradisional di Indonesia. | Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional ke-12 resmi digelar di Stadion Manahan, Kota Solo, mulai Sabtu-Ahad (27-28/8/2022). Setidaknya, ada 19 penampilan dari sejumlah provinsi dari seluruh Indonesia. 

Raden Isnanta selaku Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengatakan bahwa festival dua tahunan ini dapat berlangsung secara istimewa. Meski kalah pamor dengan festival olahraga prestasi.

“Gelaran tahun ini saya pikir cukup istimewa. Khususnya perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) terhadap olahraga tradisional. Meski olahraga prestasi itu menjadi sering di tempatkan di papan atas. Artinya Pemkot ada kepedulian untuk melestarikan untuk ditampilkan di festivalkan, ” terangnya.

Kendati demikian, Isnanta mengatakan bahwa minat masyarakat lumayan tinggi dalam gelaran ini. Pasalnya setengah stadion Manahan diisi oleh masyarakat.

Baca Juga

“Selain pesertanya yang luar biasa dari 17 provinsi dan 2 kabupaten. Animo masyarakat setengah tribun manahan penuh. Kita optimis masih bisa dikembangkan karena animo masyarakat tinggi,” terangnya. 

Selanjutnya, pihak Pemkot solo mengatakan bahwa ini upaya untuk melestarikan olahraga berbasis budaya dan kreatifitas yang hampir punah. Ia juga mengatakan akan memasukkan muatan lokal tersebut dalam pembelajaran tingkat SD, dan SMP.

“Tidak hanya olahraga prestasi tapi kreasi menjadi penting dan olahraga tradisional hampir punah itu juga tergerus oleh digitalisasi. Kewajiban kita dan sekolah mulai dari SD dan SMP akan ada muatan lokal yang diwajibkan. Nanti mereka memilih salah satu,” terang Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa.

Sementara itu, provinsi Jawa Tengah yang membuka festival dengan permainan Egrang Bathok. Kemudian, disusul dengan penampilan Riau yang berkoordinasi dengan Sepak Raga Tinggi. Penampilan ketiga Maluku Utara dengan nama permainan Merebut Benteng. Kemudian, DKI Jakarta menampilkan permainan Gala Jamban.

Selanjutnya Kalimantan Timur menampilkan Monsitolong. Provinsi berikutnya Sulawesi Selatan menampilkan Silaga Awok. Lalu, Bengkulu menampilkan Paytumbu, Kalimantan Tengah menampilkan Sepak Rawut. Provinsi Jambi menampilkan Beselang Menanjak Padi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul menampilkan Hak Ulo Banyu. Provinsi Jawa Barat menampilkan Roda Toroktok sedangkan Sumatera Barat menampilkan Sipak Tekong.

Kemudian, Sulawesi Selatan menampilkan Ma Do De. Lalu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menampilkan Sapton. Lalu, Kabupaten Tanah Datar menampilkan Lintau Basilek, Bali menampilkan Deduplak, Tanjung Balai Sumatera Utara menampilkan Batu Dampar, dan Sleman DIY menampilkan Koko Koko.

 

Terkait


Cegah Anak Kecanduan Gawai, Kemenkes: Kenalkan Permainan Tradisional

Permainan Tradisional Bantu Latih Kecerdasan Anak

Wisatawan Asing Ikut Meriahkan HUT RI di Gorontalo

Dongeng dan Permainan Tradisional Warnai Hari Anak Nasional di Solo

Lomba Permainan Tradisional se-DIY di Taman Budaya Yogyakarta

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark