Aliansi Mahasiswa UGM Pertanyakan Sikap Kampus Terkait Kenaikan Harga BBM

Rep: my43/ Red: Fernan Rahadi

Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Aksi Seruan Internal di Bunderan UGM, Sleman, DIY, Senin (13/9/2022). Pada aksi tersebut mahasiswa menyerukan penolakannya terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah baru-baru ini.
Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Aksi Seruan Internal di Bunderan UGM, Sleman, DIY, Senin (13/9/2022). Pada aksi tersebut mahasiswa menyerukan penolakannya terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah baru-baru ini. | Foto: Novientyaga Sekar

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar 'Aksi Seruan Internal' Senin (13/9/2022). Pada aksi tersebut mahasiswa menyerukan penolakannya terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah baru-baru ini.

Dalam aksi seruan ini, mahasiswa melihat bahwa kenaikan harga BBM  berpengaruh terhadap kebutuhan hidup sehari-hari mahasiswa. Selain itu, mereka juga melihat bahwa kenaikan harga BBM berpengaruh pada keluarga hingga rakyat yang memiliki penghasilan menengah ke bawah. 

Hal tersebut menurut mereka berpotensi memunculkan lebih banyak masalah. Banyaknya rakyat yang juga mengalami atau merasakan imbas dari kenaikan harga BBM tersebut membuat mahasiswa berupaya untuk menjadi salah satu fasilitator untuk menyampaikan keluh kesah yang dirasakan.

Beberapa mahasiswa yang menyerukan aspirasinya juga mempertanyakan sikap kampus terkait kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. "Ketegasan dari pihak kampus tidak jelas apakah mendukung kenaikan (harga) BBM atau tidak," ujar Thoriq salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) yang mengikuti aksi seruan di Bunderan UGM, Sleman, DIY, Senin. 

Ketidakjelasan sikap kampus tersebut menyebabkan mahasiswa pada akhirnya melakukan aksi sebagai bentuk pertanyaan mereka. Selain mengharapkan ketegasan kampus, mereka juga mengharapkan transparansi dari pihak kampus terkait dengan kebijakan yang ada sehingga nantinya antara dua belah pihak menemukan titik tengah yang sesuai.

Thoriq menyatakan jika pihak kampus tidak segera memberikan jawaban atau pernyataan maka ia dan teman-temannya akan menggelar aksi lanjutan.

Ia juga menjelaskan 'Aksi Seruan Internal' tersebut ditujukan kepada pihak kampus. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan aksi serupa akan ditujukan untuk lingkup yang lebih luas yaitu pemerintah. Ia berharap, suara mahasiswa tersebut bisa menjadi fasilitator pihak-pihak yang berkepentingan terhadap harga BBM sehingga bisa tercapai titik temu yang memuaskan semua pihak.

 

Terkait


Rakerwil BEM Se-Jabar, Ridwan Kamil Minta Mahasiswa Keluarkan Ide

Aksi Unjuk Rasa Kenaikan BBM di Jalan Medan Merdeka Selatan

Aksi Protes Kenaikan Harga BBM di Depan Gedung DPRD Jabar

Demonstran Robohkan Gerbang Utama DPRD Kota Bogor

Demonstran Robohkan Gerbang Utama DPRD Kota Bogor

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark