Senin 19 Sep 2022 23:28 WIB

In Picture: Produksi Kopi Tradisional di Kota Takengon Aceh Tengah

Koperasi kopi di wilayah ini tahunnya mampu mengekspor kisaran 1.000 ton biji kopi..

Rep: Ampelsa/ Red: Yogi Ardhi

Pekerja menyotir biji kopi organik jenis arabika menggunakan mesin sortir saat persiapan untuk ekspor ke Amerika di Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi), Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (19/9/2022). Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) di daerah itu menyatakan setiap tahunnya mampu mengekspor kisaran 1.000 ton biji kopi organik dan sekitar 70 persen di antaranya untuk pasar Amerika Serikat dan sisanya 30 persen ke Eropa dan Asia. (FOTO : ANTARA/AMPELSA)

Pekerja menata karung berisi biji kopi organik jenis arabika saat persiapan untuk ekspor ke Amerika di Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi), Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (19/9/2022). Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) di daerah itu menyatakan setiap tahunnya mampu mengekspor kisaran 1.000 ton biji kopi organik dan sekitar 70 persen di antaranya untuk pasar Amerika Serikat dan sisanya 30 persen ke Eropa dan Asia. (FOTO : ANTARA/AMPELSA)

Sejumlah pekerja menyortir biji kopi organik jenis arabika secara tradisional saat persiapan untuk ekspor ke Amerika di Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi), Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (19/9/2022). Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) di daerah itu menyatakan setiap tahunnya mampu mengekspor kisaran 1.000 ton biji kopi organik dan sekitar 70 persen di antaranya untuk pasar Amerika Serikat dan sisanya 30 persen ke Eropa dan Asia. (FOTO : ANTARA/AMPELSA)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TENGAH -- Sejumlah pekerja menyortir biji kopi organik jenis arabika secara tradisional saat persiapan untuk ekspor ke Amerika di Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi), Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (19/9/2022).

Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) di daerah itu menyatakan setiap tahunnya mampu mengekspor kisaran 1.000 ton biji kopi organik dan sekitar 70 persen di antaranya untuk pasar Amerika Serikat dan sisanya 30 persen ke Eropa dan Asia. 

sumber : Antara Foto
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement