Jokowi Puji Kekayaan Sudut Pandang Film Indonesia
Jokowi apresiasi sineas yang meraih penghargaan film internasional di tengah pandemi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji kekayaan sudut pandang dalam film-film Indonesia. Ia menilai, itulah yang membuat karya sineas Indonesia mampu berprestasi di berbagai festival internasional.
"Menurut saya sudut-sudut yang diambil, yang kadang-kadang kita tidak mempunyai pikiran ke arah itu, ini saya kira sebuah pandangan yang tajam yang diwujudkan dalam sebuah film yang sangat apik," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2021 di Jakarta, Rabu.
Jokowi mengaku bangga terhadap industri film Indonesia yang meraih banyak prestasi yang gemilang di dunia film internasional. Terlebih, pencapaian itu diraih pada saat pandemi Covid-19.
"Prestasi yang mengungguli negara-negara lain di Asia Tenggara dan saya melihat memang bermacam-macam arah sudut cerita yang diambil, seperti tadi, baik mengenai syariah yang ada di Provinsi Aceh, kemudian juga ada tadi mengenai wanita-wanita yang ada di penjara yang melahirkan anak, tadi apa judulnya? Invisible Hope dan yang lain-lainnya," kata Presiden.
Film dokumenter Invisible Hopes disutradarai sekaligus diproduseri oleh Lamtiar Simorangkir yang berkisah soal kehidupan para ibu hamil serta anak-anak yang lahir dan hidup di dalam penjara. Presiden juga mengapresiasi empat film Indonesia yang berturut-turut memenangkan penghargaan tertinggi di festival-festival film terbaik di dunia.
"Ada Edwin dengan karya Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas yang menjadi pemenang di Golden Leopard Locarno Film Festival, kemudian Kamila Andini melalui karya Yuni yang memenangkan Platform Prize Toronto Internasional Film Festival," ucap Presiden.
Selanjutnya, Jokowi mengapresiasi Tumpal Tampubolon melalui karya Laut Memanggilku yang memenangkan Sony Award Busan International film festival serta Monica Tedja melalui film Dear To Me yang memenangkan Junior Jury Award Special Mention dalam Open Doors: Shorts di Festival Film Locarno.
"Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi dan saya berharap para sineas, para aktor, para aktris dan seluruh stakeholder perfilman Indonesia terus memupuk mimpi besar menguatkan kolaborasi dengan pusat-pusat perfilman dunia menggali dan mengangkat cerita unik, tempat indah dan juga talenta-talenta hebat kita," ujar Jokowi.
Presiden juga mengucapkan selamat kepada para peraih Piala Citra dalam ajang FFI Tahun 2021 dan berharap, pencapaian prestasi tersebut menginspirasi karya-karya yang lebih baik di masa yang akan datang. Presiden pun menyebut pada 66 tahun lalu, Usmar Ismail dan Djamaluddin Malik memprakarsai penyelenggaraan Festival Film Indonesia sebagai perayaan dan apresiasi tertinggi bagi industri perfilman Indonesia.
"Karena itu, tahun ini pagi tadi sebagai wujud penghargaan tertinggi untuk para pejuang kebudayaan, atas nama bangsa dan negara saya menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak Haji Usmar Ismail Bapak Perfilman Indonesia, baru tadi pagi," ucap Presiden.
Menurut Jokowi, semangat kejuangan para pahlawan para pejuang kebudayaan dan Bapak Perfilman Indonesia harus terus dijaga. Caranya ialah dengan menciptakan karya-karya berkualitas yang menunjukkan keunggulan dan karakter jati diri kita sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang tidak tertandingi.