61 Pendatang dari Afrika Selatan di Belanda Positif Covid-19

Belanda mewaspadai masuknya kasus Covid-19 varian omicron dari Afrika Selatan.

EPA-EFE/KOEN VAN WEEL
Bandara Schiphol, di Schiphol, Belanda. Saat ini, Belanda masih meneliti 61 kasus positif Covid-19 pendatang dari Afrika Selatan dalam kaitannya dengan varian omicron.
Rep: Rizky Jaramaya Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Otoritas kesehatan Belanda mengatakan, 61 orang yang tiba di Amsterdam dengan dua penerbangan dari Afrika Selatan pada Jumat (26/11) dinyatakan positif Covid-19. Otoritas kesehatan Belanda melakukan pengujian lebih lanjut pada Sabtu (27/11) pagi untuk melihat apakah ada infeksi tersebut terkait dengan varian yang baru ditemukan, omicron.

Sekitar 600 penumpang tiba di Bandara Schiphol Amsterdam dengan dua penerbangan KLM dari Cape Town dan Johannesburg pada Jumat. Para penumpang harus menghadapi penundaan selama berjam-jam dan menjalani tes Covid-19 karena kekhawatiran terhadap varian baru Covid-19.
 
Kementerian Kesehatan Belanda pada Sabtu pagi mengatakan, hasil tes menunjukkan bahwa 61 penumpang dinyatakan Covid-19. Wisatawan dengan hasil tes positif akan ditempatkan dalam isolasi di sebuah hotel di atau dekat Schiphol.
 
"Dari hasil tes positif, kami sedang meneliti secepat mungkin apakah itu varian baru omicron yang sekarang menjadi perhatian," kata pernyatan otoritas kesehatan.
 
Pemerintah Belanda melarang semua perjalanan udara dari Afrika selatan pada Jumat pagi. Menteri Kesehatan Hugo de Jonge menetapkan bahwa penumpang yang sudah dalam perjalanan ke Belanda harus menjalani pengujian dan karantina pada saat kedatangan. 
 
Secara terpisah, pemerintah Belanda  mengumumkan penutupan bar, restoran, dan sebagian besar toko pada malam hari. Hal ini sebagai upaya untuk mengekang gelombang Covid-19 yang telah membuat sistem kesehatan kewalahan.

 

 

Kasus pertama varian omicron di Eropa

Belgia menemukan kasus terkonfirmasi varian baru Covid-19 pertama di Eropa pada Jumat (26/11). Penemuan kasus ini bersamaan dengan pengumuman sejumlah langkah pencegahan Covid-19 gelombang keempat.

Baca Juga



Menteri Kesehatan Frank Vandenbroucke saat konferensi pers mengemukakan bahwa kasus varian B11529 atau yang dikenal dengan nama varian omicron telah ditemukan pada seseorang yang tidak disuntik vaksin yang mengalami gejala dan dinyatakan positif Covid-19 pada 22 November.

"Varian yang mencurigakan. Kami belum mengetahui apakah (varian) itu sangat berbahaya atau tidak," katanya.

Varian omicron yang pertama kali muncul di Afrika Selatan telah membunyikan alarm global. Uni Eropa dan Inggris termasuk negara yang memperketat perbatasan saat para ilmuwan sedang mencari tahu apakah mutasi varian itu resisten terhadap vaksin.

Laboratorium rujukan nasional Belgia mengungkapkan bahwa seseorang yang terinfeksi itu adalah perempuan dewasa muda yang mengalami gejala selama 11 hari usai kembali dari Mesir via Turki. Ia mengalami gejala seperti flu, tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda penyakit parah.

Tidak ada anggota keluarganya yang menunjukkan gejala, namun mereka semua menjalani pemeriksaan. Varian baru Covid-19 muncul ketika Belgia dan banyak negara Eropa lainnya tengah memerangi lonjakan infeksi.

Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengumumkan bahwa kelab malam, bar dan restoran harus tutup pukul 11 malam waktu setempat selama tiga pekan mulai Sabtu (27/11), dengan satu meja tamu maksimal enam pengunjung.

Mengenai meningkatnya tekanan terhadap layanan kesehatan, De Croo mengatakan vaksinasi telah banyak membantu. Andaikan tingkat vaksinasi Belgia tidak tinggi, negaranya niscaya akan terjebak dalam situasi yang benar-benar ganas.

Belgia, yang menjadi markas NATO dan sejumlah lembaga Uni Eropa, melaporkan jumlah kasus per kapita tertinggi keenam di Eropa setelah negara-negara seperti Austria dan Slovakia yang melanjutkan lockdown.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler