Secangkir Cokelat Hangat untuk Ayah

Sebuah tulisan sederhana berdasarkan ide yang muncul secara dadakan dalam waktu singkat.

retizen /Tyas Chairunisa
.
Rep: Tyas Chairunisa Red: Retizen

Ayah,


ini ananda siapkan

secangkir cokelat hangat.

Rasanya tidak terlalu

manis, Ayah.

Ananda selalu ingat

pesan Ayah,

"Jika membuat cokelat hangat,

jangan terlalu manis.

Begitu pula saat membuat

teh dan kopi."

Dulu ananda pikir,

Ayah tidak begitu suka manis.

Ayah hindari manis agar

tidak memicu diabetes.

Ternyata,

"Hidup itu tidak selalu manis, Nak.

Kadang asam,

kadang pula pahit.

Jika hanya selalu manis,

mungkin itu hanya

di dunia dongeng.

Seperti cokelat, kopi, dan teh.

Jangan buat terlalu manis

agar kau tak terbiasa dengan rasa manis.

Nak, bila kita terbiasa dengan manis,

kita akan terkejut saat

menerima rasa asam dan pahit."

Itulah ungkapan Ayah

yang selalu ananda ingat

hingga sekarang,

pun selalu ananda rindukan.

Ayah,

nikmati secangkir cokelat hangat

buatan ananda, ya.

Ayah pasti suka!

sumber : https://retizen.id/posts/212354/secangkir-cokelat-hangat-untuk-ayah
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
Berita Terpopuler