Polda Jatim Bantah Tuduhan Hasto Soal Intimidasi Kepala Daerah dari PDIP

Salah satu kepala daerah PDIP disebut ditekan agar tidak fokus dukung Ganjar-Mahfud.

Dadang Kurnia
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto.
Red: Andri Saubani

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membantah tuduhan telah menekan salah satu kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk tidak fokus dalam mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. Tuduhan itu sebelumnya diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Baca Juga


"Apa yang disampaikan Pak Hasto Kristiyanto (Sekjen PDI Perjuangan) tersebut tidak benar. Tuduhan itu tidak benar," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Dirmanto di Surabaya, Jumat (12/1/2024).

Dirmanto menegaskan seluruh jajaran Polda Jatim tetap berkomitmen untuk bersikap netral pada saat proses Pemilu.

"Dalam seluruh tahapan pemilu, Polda Jatim dan jajarannya tetap menjaga netralitas, jadi tidak ada dukung mendukung pasangan calon. Yang ada adalah menjaga pelaksanaan Pemilu agar berjalan lancar, aman, dan damai," kata Dirmanto.

Perwira dengan tiga melati emas itu mengatakan dalam menyukseskan pemilu, Polda Jatim telah berupaya melakukan langkah sesuai ketentuan supaya kondusivitas di Jawa Timur tetap terjaga. "Upaya untuk suksesnya Pemilu sudah banyak kita lakukan dan sesuai dengan tugas pokok fungsi Polri," ujarnya.

Elektabilita Parpol pada Desember 2023 - (Infografis Republika)

 

 

Dirmanto mengemukakan hingga saat ini Polda Jatim juga telah melaksanakan sebanyak 15 kali Deklarasi Pemilu Damai. Pada kegiatan deklarasi itu juga dihadiri berbagai elemen masyarakat termasuk semua partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi dan bahkan dari media.

"Ini merupakan salah satu komitmen Polda Jatim untuk mewujudkan pemilu yang aman dan damai, selain itu kami juga intens melaksanakan patroli pada objek-objek vital," ucap dia. 

Selain itu, Kombes Dirmanto juga menegaskan isu adanya pengusaha di Jatim yang ditekan oleh aparat keamanan ketika ingin mendukung salah satu pasangan calon juga tidak benar. "Saya tegaskan isu itu tidak benar, dan tidak ada penekanan dari kami soal dukung mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden," ujarnya. 

Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Imam Sugianto, kata dia, telah memberikan penekanan kepada seluruh personel Polda Jatim dan para Kapolres yang ada di jajarannya untuk tetap menjaga netralitas. "Yang ada adalah Polda Jatim terus berkomitmen untuk netral dalam pemilu 2024, dan terus berupaya untuk menciptakan pemilu damai dan aman sebagaimana perintah Bapak Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo," tuturnya.



Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah meyakini tingginya suara untuk pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD jelang Pilpres 2024. Namun, penurunan terjadi karena adanya intimidasi terhadap pemilih jelang kontestasi nasional.

"Dengan kualitas debat tadi akan semakin mendorong undecided voters untuk berpihak Pak Ganjar, tetapi ada satu lagi, yaitu unspoken voters, pemilih yang kemarin menyembunyikan pemilihannya kemarin karena ada yang diintimidasi," ujar Hasto belum lama ini.

"Ada rekan jurnalis yang diintimidasi, ada kepala desa yang diintimidasi, sehingga kehadiran 'Ada Ganjar Jangan Gentar' 'Ada Mahfud Jangan Takut' itu merupakan respons dari rakyat atas berbagai intimidasi itu," ujar Hasto, melanjutkan.

Di samping itu, ia menyinggung adanya operasi bantuan sosial (bansos) yang juga mempengaruhi hasil survei belakangan ini. Namun, Hasto kemudian menyebut bahwa upaya-upaya tersebut tak berhasil meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto secara signifikan.

"Bahwa berbagai upaya dilakukan oleh Pak Prabowo, tetapi hanya hasilnya 38 persen. Artinya 62 persen publik menolak Pak Prabowo, artinya dalam situasional seperti ini, ini ada opportunity yang sangat besar," ujar Hasto.

"Apalagi Pak Ganjar sudah melaunching KTP Sakti, di mana program untuk masyarakat miskin, Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, bansos, BLT nanti tidak akan salah sasaran. Semua akan diintegrasikan menjadi satu, KTP Sakti ini hal yang sangat positif, dengan kualitas debat tadi akan semakin mendorong undecided voters untuk berpihak Pak Ganjar," sambungnya.

Adapun, calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan rakyat tidak takut dengan intimidasi karena rakyat mampu melawan dalam diam, bahkan bergerak dalam senyap. Ganjar mengatakan hal itu saat berpidato pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

"Ketika diintimidasi, (rakyat) melawan dengan cara diam karena mereka sembunyikan keberanian itu di dalam hatinya. Mereka sampaikan, oke, silakan anda tekan, silakan anda paksa, kami inggih inggih (iya) saja, tapi keputusan kami akan ada di TPS," kata Ganjar.

Mantan gubernur Jawa Tengah itu mengungkapkan perlawanan di kalangan akar rumput secara diam-diam itu dia rasakan setiap kali bertemu dengan rakyat. Dia mengaku merasakan hal itu saat dia berkampanye di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Banjarnegara.

"Itu sebuah respons konkret yang mereka berikan. Maaf, kami sudah mengerti apa yang terjadi hari ini dan kami mulai berani bersikap untuk menunjukkan secara visual kepada publik, dan itu ditunjukkan. Inilah bonding kami kepada rakyat," tegasnya.

Elektabilitas capres cawapres. - (Republika)

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler