Detik-Detik Tentara Israel Eksekusi 14 Pekerja Kemanusiaan Gaza, Lafaz Syahadat Bergema

Paramedis yang merekam serangan berulangkali melafazkan syahadat.

AP
Badan PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) menemukan kuburan massal petugas medis di Gaza
Red: A.Syalaby Ichsan

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah rekaman video memperlihatkan ambulans dengan tanda yang jelas bersama sebuah truk pemadam kebakaran dengan lampu darurat menyala sedang menghadapi gencarnya tembakan dari tentara Israel (IDF).

Video tersebut diambil dari telepon seluler paramedis Palestina, yang jasadnya telah ditemukan bersama 14 pekerja kemanusiaan lainnya di sebuah kuburan massal di Gaza pada akhir Maret lalu, The New York Times melaporkan pada Jumat (3/5/2025).

Dalam konferensi pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat lalu pejabat dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), yang dimoderatori oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), mengatakan bahwa mereka telah menyerahkan video berdurasi hampir tujuh menit tersebut kepada Dewan Keamanan PBB.

Awal pekan ini, juru bicara militer Israel Letkol Nadav Shoshani membantah bahwa pasukan Israel telah menyerang sebuah ambulans secara acak. Ia mengeklaim, beberapa kendaraan telah terlihat maju secara mencurigakan tanpa lampu depan atau sinyal darurat ke arah pasukan Israel, yang memicu penembakan. Ia juga mengeklaim bahwa sembilan orang yang tewas adalah pejuang perlawanan Palestina.

New York Times memperoleh rekaman tersebut dari seorang diplomat senior PBB yang meminta identitasnya dirahasiakan untuk membagikan materi yang sensitif. Lokasi dan waktu video, yang diambil di Rafah, Gaza selatan pada awal 23 Maret, telah diverifikasi oleh surat kabar tersebut.

Ditandai dengan jelas

Video yang direkam dari dalam kendaraan yang sedang bergerak, menggambarkan konvoi ambulans dan truk pemadam kebakaran. Semua kendaraan ditandai jelas. Kendaraan tersebut memperlihatkan lampu depan dan lampu darurat yang berkedip, melaju ke selatan di jalan di utara Rafah tepat setelah matahari terbit.

Konvoi tersebut berhenti ketika menemukan ambulans yang rusak di pinggir jalan. Kendaraan sebelumnya yang dikirim untuk membantu warga sipil yang terluka dilaporkan telah diserang. Kendaraan penyelamat baru tersebut bergerak ke sisi jalan. Setidaknya dua petugas penyelamat berseragam terlihat keluar dari truk pemadam kebakaran dan ambulans, keduanya berlambang Bulan Sabit Merah, dan mendekati kendaraan yang rusak tersebut, lapor Al Mayadeen.

 

 

Tiba-tiba, tembakan gencar terjadi. Rentetan peluru dapat dilihat dan didengar mengenai konvoi tersebut. Rekaman tersebut bergetar dan kemudian menjadi gelap, meskipun audio berlanjut selama lima menit dengan tembakan yang tak henti-hentinya. Suara seorang pria terdengar dalam bahasa Arab yang menyatakan kehadiran tentara Israel.

Paramedis yang merekam serangan itu berulang kali terdengar melafalkan syahadat, pernyataan kesaksian yang biasanya diucapkan saat menghadapi kematian. Ia meminta maaf dan menyatakan bahwa ia tahu ia akan mati. “Maafkan saya, Ibu. Ini adalah jalan yang saya pilih — untuk membantu orang lain,” kata dia.

Menurut juru bicara PRCS Nebal Farsakh, yang berbicara dari Ramallah, paramedis yang merekam video itu kemudian ditemukan dengan luka tembak di kepala di kuburan massal. Identitasnya belum dipublikasikan karena kekhawatiran akan keselamatan keluarganya yang masih tinggal di Gaza, ujar seorang diplomat PBB.

 

Dari jarak yang sangat dekat

Pada konferensi pers di markas besar PBB, Presiden PRCS Dr. Younis al-Khatib dan Wakil Marwan Jilani mengatakan bukti yang mereka kumpulkan—termasuk video, audio, dan analisis forensik dari jenazah—secara langsung bertentangan dengan pernyataan militer Israel.

Temuan sebanyak 15 pekerja kemanusiaan, yang hilang sejak 23 Maret, telah memicu kecaman global. PBB maupun PRCS menyatakan bahwa para korban tidak bersenjata dan tidak menimbulkan ancaman.

“Jenazah mereka telah menjadi sasaran dari jarak yang sangat dekat,” kata al-Khatib, mengkritik kegagalan "Israel" untuk memberikan informasi tentang petugas medis yang hilang. “Mereka tahu persis di mana mereka berada karena mereka telah membunuh mereka.”

“Rekan-rekan mereka sangat menderita, keluarga mereka sangat menderita. Mereka membuat kami tidak tahu apa-apa selama delapan hari,” kata dia.

Butuh waktu lima hari negosiasi antara PBB, PRCS, dan militer Israel sebelum akses yang aman diberikan untuk mencari yang hilang. Pada Ahad, tim penyelamat menemukan 15 jenazah, sebagian besar terkubur di kuburan massal yang dangkal, di samping ambulans yang hancur dan kendaraan bertanda PBB.

Al-Khatib menyatakan bahwa salah satu anggota Bulan Sabit Merah Palestina masih hilang. Sementara itu, penjajah Israel belum mengklarifikasi apakah dia ditahan atau telah dibunuh.

Dr. Ahmad Dhair, seorang dokter forensik di Rumah Sakit Nasser di Gaza, mengatakan bahwa ia telah memeriksa lima jenazah pekerja bantuan dan menemukan empat di antaranya mengalami beberapa luka tembak, termasuk di kepala, dada, dan persendian.

“Saya pikir skala kejahatan ini seharusnya memaksa, bahwa hal itu seharusnya mengharuskan masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak dan tidak menerima bahwa ini akan menjadi insiden lain yang masuk dalam arsip dan dilupakan setelah beberapa hari,” kata Jilani.

Menurut PBB dan PRCS, seorang paramedis Bulan Sabit Merah dalam konvoi tersebut selamat setelah ditahan dan kemudian dibebaskan oleh militer Israel. Dia memberikan keterangan langsung yang mengonfirmasi bahwa pasukan Israel telah menembaki konvoi medis tersebut.

Dylan Winder, perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk PBB, mengutuk serangan tersebut. Winder menggambarkannya sebagai insiden paling mematikan yang melibatkan pekerja Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di seluruh dunia sejak 2017.

Volker Turk, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyerukan penyelidikan independen, dan memperingatkan bahwa insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut atas kejahatan perang yang dilakukan oleh militer Israel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Berita Terpopuler