'Kita Memang Berbeda, tidak Perlu Disama-samakan'

MPR
Ketua MPR Zulkifli Hasan membuka FGD dan sosialisasi empat pilar di Bengkulu.
Rep: c35 Red: Dwi Murdaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan kembali menyosialisasikan empat pilar MPR RI. Menurut dia empat pilar tersebut merupakan konsensus dasar dalam berbangsa dan bernegara.

"Globalisasi dan reformasi terus berjalan, asalkan tidak bertentangan dengan hukum, UUD 1945 dan Pancasila," tuturnya di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (20/4).

Pancasila tersebut menurut dia berarti cinta, kasih sayang, gotong royong dan musyawarah mufakat. Dia kemudian mengutip pernyataan Presiden pertama Soekarno yang menyatakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika maksudnya bangsa Indonesia memang diciptakan berbeda. Sehingga tidak perlu disama-samakan.

Lalu untuk menghadapi perbedaan tersebut dibutuhkan sikap menjaga kesatuan dan persatuan. Yang terpenting adalah kebersamaan dalam keberagaman, bukan keseragaman.

Selanjutnya, Zulkifli juga mengungkapkan bahwa rasa kecintaan kita terhadap Tanah Air merupakan pembuka rasa bela negara. Dia kembali mengutip Bung Karno yang mengatakan bahwa "Kami tidak ikut sistem Barat dengan komunisnya, kami punya Pancasila sebagai ideologi negara," tuturnya.  


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler