Rabu 16 Dec 2020 04:15 WIB

Mengapa Pencernaan Disebut Otak Kedua Bagi Anak?

Otak dan saluran cerna memiliki keterkaitan yang disebut gut-brain axis.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Makanan sehat untuk anak (Ilustrasi). Interaksi sehat antara sistem pencernaan dan otak tergolong krusial dalam mendukung perilaku, emosi, dan logika anak.
Foto: Republika/Prayogi
Makanan sehat untuk anak (Ilustrasi). Interaksi sehat antara sistem pencernaan dan otak tergolong krusial dalam mendukung perilaku, emosi, dan logika anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pencernaan sering kali dikatakan sebagai otak kedua terutama bagi anak. Mengapa bisa begitu?

Ahli gizi Dr Rita Ramayulis DCN MKes, menjelaskan bahwa pencernaan yang sehat dapat memengaruhi perkembangan otak dan juga sebaliknya. Secara umum, saluran cerna memengaruhi otak dalam hal mengatur perilaku, emosi, dan logika, sedangkan otak memengaruhi saluran cerna dalam hal penyerapan nutrisi yang dikonsumsi.

Baca Juga

"Keterkaitan antara keduanya ini dikenal dengan istilah gut-brain axis,” ujar Rita yang juga penulis buku tentang gizi dalam talk show Bebelac bertajuk “Pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat” yang diselenggarakan secara virtual, pekan lalu (11/12).

Melalui gut-brain axis, saluran cerna akan memengaruhi otak untuk memproduksi neurotransmitter yang berkaitan dengan sosial-emosional anak, salah satunya hormon serotonin yang menghasilkan perasaan senang dan nyaman. Maka dari itu, interaksi sehat antara sistem pencernaan dan otak tergolong krusial dalam mendukung kebaikan hati si kecil, seperti kecerdasan intelektual dan emosional anak.