Jumat 11 Jun 2021 17:50 WIB

Tantangan Menghadapi Teknologi di Pendidikan Indonesia

Tantangan pertama, ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Gita Amanda
Dua murid SD Negeri Jakung mengikuti proses belajar mengajar dalam jaringan (daring) di tepi jalan di ruang terbuka supaya bisa mendapat sinyal di Kampung Gunungsari, Serang, Banten, Rabu (29/7/2020). Sejumlah siswa sekolah di pelosok Banten masih kesulitan mengikuti proses belajar mengajar jarak jauh dalam jaringan selama masa pandemi COVID-19 akibat kesulitan mendapat sinyal dan keterbatasan peralatan serta biaya.
Foto: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
Dua murid SD Negeri Jakung mengikuti proses belajar mengajar dalam jaringan (daring) di tepi jalan di ruang terbuka supaya bisa mendapat sinyal di Kampung Gunungsari, Serang, Banten, Rabu (29/7/2020). Sejumlah siswa sekolah di pelosok Banten masih kesulitan mengikuti proses belajar mengajar jarak jauh dalam jaringan selama masa pandemi COVID-19 akibat kesulitan mendapat sinyal dan keterbatasan peralatan serta biaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) membagi sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan teknologi informasi di pendidikan. Setidaknya, terdapat empat kendala yang harus dicarikan solusinya agar teknologi bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan.

Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Sub Koordinator Perancangan Aplikasi Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Arif Darmawan, menjelaskan tantangan pertama yakni ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah. Ketimpangan ini sangat terasa, tidak hanya dari segi infrastruktur internet namun juga kualitas teknologi informasinya.

Baca Juga

"Koneksi internet mengarah ke (sinyal) 5G sekarang, tapi bapak ibu sekalian juga harus menyadari, pelosok-pelosok daerah sana, di daerah-daerah tertentu, ada yang bisa dibilang 3G, 2G, bahkan 1G. Itu kenyataannya seperti itu," kata Arif, dalam webinar Digitalisasi Sekolah: Tantangan, Peluang, dan Terobosan, Jumat (11/6).

Tantangan selanjutnya adalah keterbatasan kompetensi guru. Arif mengatakan, jika semua komponen teknologi informasi sudah dilengkapi di sekolah, namun gurunya tidak siap maka tidak akan berjalan. Artinya, komponen yang lain nantinya akan pincang.

"Di satu lab komputer, ada sekian puluh laptop, koneksi internet melimpah, tapi SDM-nya tidak punya kompetensi," kata dia lagi.

Masalah selanjutnya yakni keterbatasan sumber daya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan. Hal ini lebih kepada sumber daya lain seperti internet, keterbatasan kuota, serta infrastruktur internet dan teknologi informasi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement