Ahad 12 Jun 2022 06:51 WIB

Institut Agama Islam Tazkia Kolaborasi dengan Rumah Zakat

90 persen peserta pelatihan tentang zakat tak paham perhitungan dan penyaluran zakat.

Red: Agus Yulianto
Kunjungan silaturahim Tim IAI Tazkian yang dipimpin Rektor Murniati Mukhlisin ke Rumah Zakat.
Foto: Istimewa
Kunjungan silaturahim Tim IAI Tazkian yang dipimpin Rektor Murniati Mukhlisin ke Rumah Zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kolaborasi di era transformasi digital seperti sekarang ini, sangat penting. Sebab, dengan kolaborasi akan membangun kekuatan yang berlipat dibandingkan sendiri. 

"Dan setelah penandatanganan MoU ini, kita akan segera mengongkritkan rencana-rencana bersama dengan masing-masing divisi," kata CEO Rumah Zakat Nur Efendi saat menerima timT Intitut Agama Islam (IAI) Tazkia, Bandung, belum lama ini.

Tim IAI yanga bersilaturahim ke Rumarh Zakat dipimpin Rektor Murniati Mukhlisin. Kunjungannya ke Bandung dalam rangka menandatangani MoU tridharma perguruan tinggi.

Nur Efendi mengaku senang dengan silaturahim kali dan akan segera mengongkritkan rencana-rencana bersama dengan masing-masing divisi. "Insya Allah, banyak manfaatnya," kata dia.

Pada kesempatan itu, ada tiga hal yang akan segera di kongkritkan yaitu beasiswa untuk dhuafa yang akan kuliah di Tazkia, kemudian pelatihan UMKM Halal dan Pemberdayaan Masyarakat yang akan di laksanakan di Desa Berdaya Rumah Zakat oleh mahasiswa magang dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sementara Murniati Mukhlisin mengutarakan, kekagumannya kepada Rumah zakat sebagai lembaga filantropi terbesar di Indonesia yang sudah berkiprah selama 24 tahun. Apalagi, Rumah Zakat memiliki visi misi yang sama untuk membantu mengentaskan kemiskinan, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesadaran berzakat.

Murniati mengatakan, bahwa 90 persen peserta yang ikut pelatihan atau talkshow tentang zakat yang sering dia bawakan di berbagai negara menyatakan tidak paham tentang perhitungan zakat dan kemana menyalurkannnya. “Di satu sisi literasi tentang zakat masih kurang, di sisi lain para penggerak zakat yang mumpuni masih terbatas” ujar Murniati. 

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
۞ وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗوَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al-Baqarah ayat 233)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement