Jumat 26 Jul 2024 14:11 WIB

Topan Gaemi Mendarat di Cina, Seratusan Ribu Orang Dievakuasi

Presiden Cina Xi Jinping memimpin pertemuan untuk membahas pengendalian banjir.

Rep: Mgrol52/ Red: Satria K Yudha
Ombak menerjang jalanan di Kota Sansha, Provinsi Fujian, saat Topan Gaemi melanda.
Foto: Reuters
Ombak menerjang jalanan di Kota Sansha, Provinsi Fujian, saat Topan Gaemi melanda.

REPUBLIKA.CO.ID, FUJIAN -- Topan Gaemi telah mendarat di daratan Cina setelah menimbulkan bencana di Taiwan dan Filipina. Dikutip dari laman BBC News, Jumat (26/7/2023), lebih dari 150 ribu orang yang tinggal di Provinsi Fujian, Cina, telah direlokasi ke daerah yang lebih aman untuk mengantisipasi badai tersebut.

Badai ini terjadi setelah banjir dan tanah longsor yang meluas di Taiwan dan Filipina menewaskan sedikitnya 21 orang. Filipina mengatakan bahwa mereka berpacu dengan waktu untuk mengatasi tumpahan minyak setelah sebuah kapal tanker yang mengangkut 1,5 juta liter bahan bakar industri terbalik dan tenggelam di lepas pantai negara tersebut.

Baca Juga

Kapal tersebut merupakan salah satu dari dua kapal yang tenggelam di wilayah tersebut pada hari Kamis, dan kapal kedua tenggelam di lepas pantai barat daya Taiwan. Cina mengaktifkan peringatan bencana tingkat tertinggi saat badai tersebut bergerak menuju pantainya pada Kamis (25/7/2024) malam waktu setempat.

Presiden Cina Xi Jinping memimpin sebuah pertemuan dengan para petinggi Partai Komunis Cina untuk membahas pengendalian banjir dan rencana bantuan bencana. Layanan kereta api telah dihentikan di Fujian, sementara pihak berwenang di Cina utara telah memperingatkan hujan lebat dapat memicu tanah longsor dan banjir.