Kamis 12 Sep 2024 12:12 WIB

Berkat Rindu Resik Pertamina EP, Masyarakat Mendulang Rupiah dari Sampah

Masyarakat bisa mendapatkan pemasukan hingga Rp 400 ribu per pekan.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Satria K Yudha
Aktivitas warga di Pusat Daur Ulang (PDU) sampah anorganik melalui program Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik (Rindu Resik), di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Prabumulih, Sumatra Selatan
Foto: Frederikus Bata
Aktivitas warga di Pusat Daur Ulang (PDU) sampah anorganik melalui program Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik (Rindu Resik), di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Prabumulih, Sumatra Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, PRABUMULIH -- Masyarakat Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, mendapat manfaat langsung dari adanya program Rindu Resik (Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik Residu Anorganik) yang digagas Pertamina EP. Tak hanya dari aspek lingkungan, tapi juga secara ekonomi.

Lina Heriani, warga Talang Sako, Sukajadi, Prabumulih Timur sehari-hari beraktivitas di tempat pembuangan akhir (TPA) di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Prabumulih itu. Ia dan rekan-rekannya memilah sampah plastik untuk didaur ulang.

Ia mengaku mendapatkan pemasukan minimal Rp 400 ribu per pekan dari aktivitas ini. "Kami memungut sampah yang disetor, lalu dibawa ke mesin untuk didaur ulang. Pendapatan Rp 400 ribu per pekan, terkadang lebih," kata wanita berusia 39 tahun ini di Prabumulih, Rabu (11/9/2024).

Pun demikian dengan Nurlaela. Ia dan suaminya juga melakukan kegiatan serupa. Mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah mengais rejeki di Rindu Resik itu.