Rabu 26 Feb 2025 15:50 WIB

Empat Kabupaten di Sultra Dapat Hibah PLTS

PLTS hasil hibah dikelola oleh BUMDes.

PLTS (ilustrasi).
Foto: Blogspot.com
PLTS (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan empat kabupaten di wilayah Bumi Anoa mendapatkan hibah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hibah itu diberikan Korea International Coorperation Agency atau KOICA.

Kepala Bidang (Kabid) Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Provinsi Sultra Dewi Rosaria Amin mengatakan, bantuan hibah PLTS tersebut diberikan melalui Dinas ESDM dan langsung disalurkan di desa-desa penerima di empat daerah tersebut.

Baca Juga

"Proyek itu telah diinisiasi sejak 2019 dan rampung pada 2023. Kini, masyarakat di desa-desa tersebut sudah menikmati manfaat listrik berbasis energi terbarukan," kata Dewi, Rabu (26/2/2025).

Dia menyebutkan empat kabupaten penerima hibah tersebut adalah Kabupaten Muna, Muna Barat, Bombana, dan Kabupaten Konawe Selatan, dengan rincian di Kabupaten Bombana terdapat tiga desa yang menerima fasilitas PLTS, yakni di Dusun Pulau Baliara, Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat sebanyak 104 rumah.

"Dengan daya 34,88 kilowatt peak/kWp, kemudian di Dusun Pulau Bangko terdapat 139 rumah dengan daya 47,96 kWp, dan dusun Boepapa ada 150 rumah dengan daya 45,78 kWp," ujarnya.

Kemudian, untuk Kabupaten Muna, menerima hibah di Desa Wangkolabu, Kecamatan Towea, yang mencakup sebanyak 182 rumah dengan total daya 89,39 kWp.

Sedangkan, untuk Kabupaten Muna Barat terdapat di Desa Tasipi, Kecamatan Tiworo Utara dengan total 190 rumah total daya 74,12 kWp.

Lalu, terdapat di Kabupaten Konsel dengan alokasi hibah untuk dua desa, yakni Desa Tambolosu, Kecamatan Laonti sebanyak 306 rumah dengan daya 71,94 kWp dan Desa Malaringgi sebanyak 177 rumah dengan daya 75 kWp.

Dewi menjelaskan PLTS tersebut diberikan dan dikelola oleh badan usaha milik desa atau BUMDes, yang kemudian BUMDes akan mengembangkan usaha pendamping, seperti depot galon isi ulang, produksi es batu, pengadaan kapal, dan pangkalan pangkalan pengecer gas untuk menopang keberlanjutan operasional PLTS.

"Hibah PLTS itu dikelola oleh BUMDes, yang juga dirancang dengan usaha dana pendampingan, seperti pangkalan galon isi ulang, pembuatan es batu, pengadaan kapal, dan pangkalan pengecer gas," jelas Dewi.

Ia menambahkan pihaknya berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas dengan baik. Pasalnya, pembangunan PLTS membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga diperlukan kesadaran serta rasa memiliki agar manfaatnya bisa terus dinikmati dalam jangka panjang.

"Biaya pembangunannya tidak murah. Jadi, kami berharap masyarakat bisa menjaga dan merawatnya agar listrik tetap bisa digunakan dalam waktu lama," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement