Kamis 05 Aug 2010 05:07 WIB

Pakar: Sibuk Reformasi, Pengendalian Penduduk Terlupakan

Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ekonom Universitas Indonesia Dorodjatun Kuntjoro Jakti menilai saat ini sibuk reformasi melupakan pengendalian penduduk melalui program keluarga berencana (KB), padahal untuk memulai kembali program itu perlu waktu lama.

"Saat ini kita nomor empat terbesar di dunia, program KB seperti terlupakan sejak era reformasi ini," kata Dorodjatun dalam orasi ilmiah di Gedung Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jakarta, Rabu.

Menurut dia, akan berbahaya sekali jika program pengendalian penduduk terlupakan karena untuk memulainya kembali perlu waktu yang lama dan biaya tidak kecil.  "Berbeda dengan program-program fisik, program pengendalian penduduk merupakan program yang menyangkut banyak aspek termasuk kelembagaan, budaya, agama, kepercayaan, dan lainnya," kata mantan Menko Perekonomian itu.

Dorodjatun menyebutkan, diperlukan waktu paling tidak selama 10 tahun untuk kembali menyiapkan pelaksanaan program pengendalian penduduk jika program itu terhenti. "Kegagalan dalam pelaksanaan pengendalian penduduk pada akhirnya juga akan mengancam kehidupan demokrasi yang kita bangun selama era reformasi ini," ucapnya.