Jumat 27 Aug 2010 16:12 WIB

Wall Street Jatuh, Sentuh Batas Psikologis

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Saham Wall Street jatuh pada Kamis, dengan indeks Dow ditutup di bawah level sensitif 10.000 poin untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan, karena pedagang bersiap untuk revisi tajam pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 74,25 poin (0,74 persen) menjadi 9.985,81 pada penutupan perdagangan, turun di bawah ambang batas psikologis 10.000 poin untuk pertama kalinya sejak 6 Juli.

Indikator lebih luas indeks S&P 500 kehilangan 8,11 poin (0,77 persen) menjadi 1.047,22 sementara indeks komposit teknologi Nasdaq menyusut 22,85 poin (1,07 persen) menjadi 2.118,69.

Pasar mencatat kenaikan pada awal perdagangan tetapi mereka menguap di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi AS.

Investor mengabaikan penurunan klaim AS yang baru untuk tunjangan pengangguran mingguan jelang revisi pemerintah AS yang diperkirakan tajam untuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua pada Jumat.

"Klaim pengangguran datang lebih baik dari yang diharapkan, itu lebih baik daripada harapan tapi bukan laporan yang baik," kata analis Scott Marcouiller dari Wells Fargo Advisors.

Data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis sebelum perdagangan dimulai mengatakan, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk manfaat pengangguran selama seminggu hingga 21 Agustus turun menjadi 473.000 dari angka revisi minggu sebelumnya 504.000.

"Saham mundur kembali karena kami memiliki banyak ketidakpastian yang kami hadapi besok," kata Marcouiller.

Pada Jumat, pemerintah secara luas diperkirakan secara signifikan merevisi turun produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua menjadi 1,4 persen dari sebelumnya 2,4 persen. "Orang-orang khawatir bahwa besok bisa menjadi hari buruk bagi pasar," kata Marcouiller.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement