Rabu 01 Dec 2010 10:02 WIB

Bareskrim Lakukan Gelar Perkara Internal Kasus Gayus

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Polri melakukan gelar perkara terdakwa Gayus HP Tambunan secara internal.

"Gelar perkara Gayus hari ini digelar di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim), jadi gelar perkara itu tidak dibatalkan tapi ditunda karena dilaksanakan secara internal dulu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Selasa.

Gelar perkara internal tersebut diharapkan bisa merumuskan suatu kontruksi dari kasus gayus itu sendiri, ujarnya. "Selanjutnya, kita akan mengundang penegak hukum lainnya termasuk Komisi Pemberantasan Hukum (KPK), Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Kejaksaan dan lain-lain untuk membahas bersama," kata Iskandar.

Kadiv Humas mengatakan gelar perkara internal ini baru dilaksanakan, karena masalah teknis dan pekerjaan di Bareskrim cukup banyak. "Polri bukan hanya menangani kasus Gayus, kasus lain juga ada," katanya.

Gelar perkara ini diharapkan untuk saling mendukung baik itu Polri, KPK dan Kejaksaan bisa menuntaskan kasus Gayus sebaik-baiknya, sehingga masyarakat akan puas terhadap apa yang sudah dilakukan seluruh jajaran, aparat penegak hukum yang ada di Indonesia. "Perkara Gayus yang digelar diantaranya mafia pajak, mafia hukum dan suap," kata Kadiv Humas.

Gayus terakhir tersandung kasup suap kepada sembilan anggota Polri. Sembilan anggota polri yang ditahan diduga terlibat suap Gayus yakni Briptu AD, Briptu BS , Briptu DA, Briptu BH, Bripda ES, Bripda J P, Bripda S, Bripda B dan Kompol IS.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement