Senin 03 Jan 2011 12:01 WIB

Pesantren Harus Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

Pesantren
Foto: Arief Priyoko/Antara
Pesantren

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Gubernur Jawa Barat,  Ahmad Heryawan, menyatakan pondok pesantren atau pontren merupakan agen perubahan dalam pembangunan di wilayah masing-masing.

"Peran pondok pesantren dalam pembangunan sangat strategis, banyak bukti yang menonjolkan peran pontren dan kiprah pembangunan, khususnya di Jabar," kata Gubernur Heryawan di Bandung, Ahad (2/1).

Menurut Heryawan, kepercayaan masyarakat atas institusi pontren semakin memperkuat eksistensinya sebagai tempat yang menempa kader pembangunan.

Sehingga, kata dia, pesantren merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, dinamis dan sejahtera.

Realisasi kemitraan pontren dan pemerintah digelar dalam kegiatan silaturahim pimpinan pondok pesantren se-Jawa Barat dalam rangka Milad ke-37 dan Reuni Akbar Ponpes Pembangunan Sumur Bandung, Sabtu (1/1).

Kegiatan itu dirangkai dengan pencanangan "Gerakan Santri Menanam Pohon". Heryawan berharap gerakan santri menanam (eco-Pesantren) yang diikuti dengan kegiatan seminar dan diskusi dapat lebih meningkatkan kemandirian pesantren, sekaligus memantapkan peran pondok pesantren sebagai agen perubahan masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement