REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM--Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara kembar di Jalur Gaza semalam dengan dalih sebagai tanggapan terhadap tembakan roket dan mortir dari wilayah yang dikonntrol Hamas itu, kata seorang juru bicara militer Senin.
Serangan-serangan itu, menurut mereka ditargetkan pada "pusat-pusat aktivitas teroris," kata juru bicara itu, merujuk pada serangan proyektil dari Gaza pada akhir pekan lalu. Israel menganggap gerakan Hamas sebagai satu-satunya organisasi yang bertanggung jawab atas penembakan rudal-rudal, "bahkan jikapun tidak mengklaim bertanggung jawab," kata jurubicara itu.
Pada Desember 2008, Israel meluncurkan "Operasi Cast Lead" yang mematikan terhadap Jalur Gaza untuk menanggapi serangan roket dan mortir gerilyawan Palestina.
Perang 22 hari, yang berakhir dengan gencatan senjata pada 18 Januari 2009 itu menewaskan 1.400 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, dan 13 orang Israel, 10 di antaranya tentara. Setelah itu jumlah serangan Palestina turun secara tajam, meskipun 230 roket dan mortir ditembakkan ke Israel selama 2010, menurut data militer.
Sayap kanan dalam pemerintah Israel Minggu menyerukan aksi militer lebih keras terhadap gerilyawan Gaza setelah terjadi satu pelanggaran di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza Palestina. "Pemerintah harus mempertimbangkan lagi kebijakan tanpa toleransi, memberikan harga mahal, tidak membiarkan situasi ini memburuk," kata Menteri Infrastruktur Nasional Uzi Landau kepada wartawan pada pertemuan kabinet mingguan. "Ini perlu dihentikan," tambah Landau, dari ultra-nasionalis Yisrael Beitenu partai.