REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pekan lalu, Persib Bandung gagal meneruskan kemenangan yang mereka peroleh dari Bontang. Mereka harus menelan kekalahan dari tuan rumah Persisam Samarinda dengan skor tipis 1-0, Kamis (20/1) petang WIB.
Seusai laga, bobotoh langsung menyorot kinerja ofisial pertandingan yang bertugas. Mereka mengklaim Persib tak layak memperoleh hasil negatif karena tampil cukup bagus.
Keputusan wasit yang dinilai kerap merugikan tim dituding menjadi penyebab kekalahan. Penyerang tim nasional Indonesia El Loco Gonzales pun harus diusir keluar lapangan karena dinilai melakukan protes keras terhadap hakim garis.
Juru pengadil lapangan hijau memang kerap dikeluhkan Persib. Tak jarang manajer Umuh Muchtar mengkritisi wasit. Terakhir Umuh mengutarakan kekecewaannya dengan kalimat yang cukup membuat otoritas sepakbola nasional panas dengan mengatakan kinerja wasit Liga Primer Indonesia (LPI) jauh lebih baik.
Buntut dari rasa tidak puas selama ini, bobotoh mulai meminta Persib meninggalkan Superliga Indonesia dan merapat ke LPI yang digagas oleh Arifin Panigoro, hal ini terlihat dari ratusan bahkan ribuan kalimat yang tertangkap di laman jejaring sosial.
Hal senada diungkapkan mantan kapten Persib Bandung Nova Arianto yang menulis "GO TO LPI.... Kenapa tidak?" di laman pribadi facebook. Hal sama diungkapkan sekretaris panpel Budibram yang dikenal dekat dengan bobotoh melalui akun twitter dengan tulisan akan menyenangkan jika Persib berlaga di LPI.
Wakil direktur Persib Muhamad Farhan dalam tulisannya meminta bobotoh untuk bersabar. Menurutnya sikap ini diperlukan agar apapun keputusan tim nantinya tidak berdasarkan pada emosi semata. Namun sejurus kemudian presenter kondang Indonesia itu menulis "Jam pasir mulai meluncur, dari LSI meluncur ke..