REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Tim verifikasi PSSI sejatinya memiliki tugas mulia dan penting bagi masa depan sepak bola nasional. Bagaimana tidak? Tim ini berperan penting dalam memverifikasi dan menyaring calon-calon yang berkualitas dalam memimpin PSSI selama empat tahun ke depan.
Tapi, masa kerja tim verifikasi memang tidak lama. Tim ini otomatis bubar ketika Kongres PSSI di Bintan, Riau, 19 Maret mendatang telah berhasil memilih kepengurusan PSSI 2011-2015.
Beda dengan jabatan anggota Komite Eksekutif PSSI. Mereka yang terpilih menjadi anggot Komite Eksekutif itu setidaknya akan menjadi 'petinggi' PSSI hingga 2015.
Tiga anggota Tim Verifikasi PSSI Jumat (11/2) ini baru saja memilih mundur demi mengamankan peluangnya menjadi 'petinggi' PSSI tersebut. Ketiganya adalah ketua tim verifikasi Muhammad Zein, Hinca Panjaitan dan Togar Manahan Nero.
Kepada wartawan, Hinca menyatakan alasan di balik pengunduran dirinya adalah etika dan sikap fair play. Karena jika ia berada dalam tim verifikasi dan dicalonkan menjadi komite eksekutif, maka tim verifikasi akan dipandang sebagai lembaga yang tidak independen.
Alasan yang sama juga diungkapkan Togar. "Saya merasa tidak etis jika berada di tim (verifikasi) tersebut. Keinginan keluar ini berasal dari saya sendiri. Sama sekali tidak ada tekanan dari pihak manapun," ujar Togar.