Jumat 25 Feb 2011 16:34 WIB

Hotma Sitompul: Wapres tak Tahu Kasus Gayus Secara Hukum

Rep: bilal ramadhan/ Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Wakil Presiden, Boediono, menyerukan untuk menyelesaikan kasus Gayus Tambunan dengan asas pembuktian terbalik. Menurut Hotma Sitompul, kuasa hukum Gayus Tambunan, Wapres tidak mengerti kasus Gayus secara hukum. "Wapres tahu apa dalam kasus Gayus secara hukum," kata Hotma Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/2).

Ia menambahkan, Wapres mendapatkan informasi kasus Gayus dari Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa (Ota). Sedangkan Denny dan Ota yang kerap menyudutkan Gayus.

Bagaimana dengan desakan Wapres tentang penggunaan asas pembuktian terbalik? Ia mengatakan desakan itu atas masukan dari Denny dan Ota. "Denny dan Ota itu punya ambisi untuk menjadi Jaksa Agung dan Menteri Hukum dan HAM," tegasnya.

Menurutnya, ia telah mengirimkan surat kepada Ketua Satgas PMH, Kuntoro Mangkubroto. Namun ia menyayangkan surat tersebut tidak juga ditanggapi. "Jadi jelas kan, jika Denny dan Ota dilindungi," kecamnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement