REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Rasio penyaluran kredit atau Finance to Deposit Ratio/FDR perbankan syariah di Sulawesi Selatan sebesar 191,89 persen. Angka ini berada di atas FDR perbankan syariah secara nasional.
Pemimpin Bank Indonesia Makassar, Lambok Antonius Siahaan di Makassar, Rabu, mengatakan rasio penyaluran kredit perbankan syariah di Sulsel jauh lebih tinggi dibandingkan FDR perbankan syariah nasional yang hanya sebesar 93,5 persen. "Hingga posisi November lalu, penyaluran pembiayaan tumbuh 42,2 persen atau sebesar Rp2,03 triliun di Sulsel. Angka ini tumbuh sebesar 12,5 persen dibanding 2009 lalu," kata dia.
Kebutuhan layanan keuangan perbankan syariah di Sulsel, menurut dia terus meningkat diikuti dengan perluasan jaringan kantor perbankan syariah yang saat ini telah menjangkau delapan kabupaten/kota di Sulsel.
Dia mengharapkan, perluasan jaringan kantor dan peningkatan kualitas pelayanan keuangan perbankan syariah Sulsel semakin baik, sehingga kepercayaan masyarakat semakin tinggi untuk memanfaatkan layanan syariah di daerah ini.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah di Sulsel saat ini telah mencapai Rp 1,1 triliun atau tumbuh sebesar 26,3 persen bila dibandingkan penghimpunan DPK tahun sebelumnya.