Senin 07 Jun 2010 01:43 WIB

Korban Kebakaran Butuh Makanan Balita

Rep: C29/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Balita korban kebakaran 380 rumah di Kebon Singkong, Jakarta Timur kurang diperhatikan. Hingga Ahad (6/6) makanan dan tempat khusus untuk balita belum tersedia, padahal banyak di antara mereka yang baru berusia dua-tiga bulan.

Setidaknya 300 balita kini dalam kondisi mengenaskan. Mereka terpaksa tidur di tenda-tenda pengungsian. Belum ada pasokan makanan khusus untuk ratusan balita Itu.

Salah seorang korban, Rini Sulistiawati, mengatakan di malam hari dia selalu mendekap buah hatinya, Muhammad Rizky, agar tidak kedinginan. Dia juga menutupi tubuhnya dan tubuh anaknya dengan selimut sumbangan pemerintah.

Namun demikian, dia mengaku masih kurang nyaman. Sebab, bayi yang seharusnya tidur tidak terlalu malam terpaksa harus tidur larut malam. “Suasana gaduh baru akan hilang setelah tengah malam biasanya,” ungkap Rini.

Jika merasa kepanasan maka anaknya akan menangis. Begitu juga jika merasa kedinginan. Demikian juga ketika mendengar kegaduhan. Ruangan pengungsiannya juga terkadang penuh dengan asap rokok sehingga anaknya batuk-batuk. Dia berharap jika ada yang hendak merokok maka harus keluar ruangan. “Biar kita tidak jadi perokok pasif,” ungkapnya.

Saat ini Rini beserta bayinya dan ratusan pengungsi sudah dapat tinggal sementara di dalam Gedung UPT Pertanian Jl I Gusti Ngurahrai. Meskipun gedung seluas lebih dari seribu meter persegi itu belum sempurna, mereka tetap menempatinya. “Terpaksa,” terang Rini.

Dia mengaku lebih nyaman tinggal di dalam. Sebab, angin malam tidak terlalu banyak. Tetapi, tambahnya, lebih nyaman tinggal di rumah sendiri, meskipun kecil. "Kalau makanan biasa untuk orang dewasa memang cukup banyak. Tapi untuk bayi-bayi kami bagaimana?" ujar Ibu bayi yang baru berusia lima bulan.

Rini mengaku khawatir akan kondisi kesehatan bayinya selama berada di tenda pengungsian. Pasalnya, dia tidak punya pilihan lain, setelah rumahnya di RT 5/RW 1 hancur akibat kebakaran. Tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement