REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan membentuk badan penanggulangan bencana yang berdiri sendiri demi efisiensi anggaran, kata Gubernur Fauzi Bowo. "Kita sudah merundingkan dan membicarakan dengan pemerintah pusat kemungkinan badan tersebut digabungkan dengan unit kerja yang sudah ada," kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Selasa.
Menurut Fauzi, kalau membentuk badan yang berdiri sendiri, berarti perlu orang baru atau pindahan dan tambah eselon, yang berarti tambah biaya. Dia mengatakan hal tersebut menanggapi pernyataan Staf Khusus Presiden Andi Arif agar Pemprov DKI memiliki badan penanggulangan bencana karena kota rawan bencana.
Fauzi Bowo mencontohkan, badan penanggulangan bencana tersebut bisa digabungkan Dalam Dinas Pemadam Kebakaran. Pemprov DKI juga telah memperkuat Dinas Pemadam Kebakaran dengan perlengkapan, termasuk bantuan dari pihak luar seperti bantuan Prancis. "Kita suda kerja sama dengan pihak luar. Perlengkapanyang kita perlukan selalu kita sediakan dan tingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun," katanya.
Pemprov DKI juga telah mengantisipasi bencana terkait infrastruktur, kata dia, misalnya dengan penerapan syarat yang ketat terhadap pendirian bangunan tinggi agar tahan gempa dan sarana alat darurat kebakaran.
Selain itu Pemprov DKI juga membangun taman-taman interaktif sebagai sarana evakuasi. "Perencanaan ruang di Jakarta sudah memperhitungkah hal tersebut meskipun belum semuanya" kata Foke.