REPUBLIKA.CO.ID,AMBON--Sebanyak 10 juta butir telur kerapu tikus didistribusikan Balai Budidaya Laut (BBL) Ambon keluar daerah setiap bulan untuk memenuhi permintaan pasar. Koordinator Pembenihan BBL Ambon, Rochman S. kepada ANTARA di Ambon, Selasa, mengatakan, telur-telur kerapu tikus itu didistribusikan ke wilayah-wilayah antara lain Jepara, Denpasar, Kupang, Jakarta, Bandar Lampung, Padang, Pangkal Pinang, dan Batam."Pasar budidaya kerapu saat ini menjanjikan dan kami melayani pesanan dari luar Maluku setiap bulan," kata Rochman S.
Menurut dia, harga jual telur kerapu tikus saat ini Rp2,5 per butir, dan bila ditambah dengan biaya pengiriman, "packing" dan lainnya bisa meningkat Rp5 per butir. Dia mengatakan, selain 10 juta butir telur kerapu tikus yang setiap bulan didistribusikan ke luar Maluku, pihaknya juga mengalokasikan sedikitnya dua - tiga juta butir untuk ditabur ke laut.
"Awalnya kami mengambil bibit pembenihan dari alam dan demi menjaga agar ikan-ikan itu tetap lestari, maka telur-telurnya setiap bulan"direstoking" ke laut," katanya. Dikatakan, induk kerapu tikus yang diambil dari alam beratnya harus mencapai 1 - 2,5 Kg untuk betina dan 3,5 Kg ke atas untuk jantan.
Kerapu Sunu
Sementara kerapu lainnya jenis sunu juga dilakukan pembenihan dengan menggunakan induk berbobot 800 Gram ke atas untuk betina dan jantan 2 Kg ke atas yang menghasilkan telur berkisar 15 juta butir per bulan.
Telur-telur itu tidak didistribusikan untuk memenuhi permintaan pasar, melainkan untuk uji coba pembenihan di BBL Ambon dan ditabur ke Teluk Dalam.
Selain itu, dialoksikan untuk empat kota di luar Maluku, yakni Batam, Lampung, Denpasar, dan Tuban, masing-masing satu juta butir telur. Rochman mengatakan, telur-telur kerapu tikus yang dialokasikan untuk empat kota di luar Maluku itu tidak dijual, melainkan hanya mengganti biaya pengiriman dan produksi. Dia mengatakan, BBL Ambon membawahi lima Balai Pembenihan Ikan Pantai (BPIP), yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Utara.