Selasa 14 Dec 2010 09:50 WIB
Beda Pendapat Soal Gubernur DIY

Pengurus Demokrat Gunung Kidul Bingung

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Sikap Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkesan tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yang mendukung penetapan gubernur dan wakil gubernur, membuat Partai Demokrat Kabupaten Gunung Kidul bingung.

"Kami bingung dengan sikap Fraksi Demokrat DPRD DIY, karena sebelumnya dalam rapat terakhir sikap Demokrat adalah mendukung penetapan," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Gunung Kidul Djunendro, Senin.

Ia mengatakan hasil rapat terakhir yang dilakukan dengan pengurus struktural dan fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY sudah final dengan menentukan sikap mendukung kehendak rakyat Yogyakarta yang menginginkan penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur provinsi ini.

"Sikap politik Partai Demokrat DIY dari hasil rapat terakhir yang saya ikuti di Hotel Quality beserta pengurus DPC Demokrat kabupaten lainnya pada Sabtu (11/12) sudah final untuk mendukung kehendak rakyat Yogyakarta agar Sultan dan Paku Alam ditetapkan sebagai pasangan kepala daerah," katanya.

Djunendro mengatakan kalau setelah rapat di Hotel Quality ada rapat lagi yang hasilnya lain, dan ada hasil final yang berbeda, dirinya tidak tahu menahu. "Yang jelas, dalam rapat terakhir yang kami ikuti di Hotel Quality, hasilnya mendukung penetapan," katanya.

Ia mengatakan hasil rapat yang diikutinya itu sudah ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada pengurus DPC Partai Demokrat Gunung Kidul yang melibatkan fungsionaris, sebagai sosialisasi atas sikap politik terhadap Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY.

Djunendro menegaskan sikap politik DPC Partai Demokrat Gunung Kidul yang mendukung penetapan, siap mempertanggungjawabkan. "Saya siap menerima sanksi," katanya.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement