Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

29 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Rapat Pemda Gorontalo Utara Mulai Digelar di Tempat Wisata

Ahad 13 Jun 2021 04:18 WIB

Red: Ani Nursalikah

Rapat Pemda Gorontalo Utara Mulai Digelar di Tempat Wisata. Sejumlah pengunjung berenang dan bermain di objek wisata Pantai Botutonuo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Ahad (23/5/2021). Objek wisata di Bone Bolango kembali dibuka setelah sempat ditutup mulai tanggal 12-20 Mei 2021, baik yang dikelola oleh pemda maupun masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19.

Rapat Pemda Gorontalo Utara Mulai Digelar di Tempat Wisata. Sejumlah pengunjung berenang dan bermain di objek wisata Pantai Botutonuo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Ahad (23/5/2021). Objek wisata di Bone Bolango kembali dibuka setelah sempat ditutup mulai tanggal 12-20 Mei 2021, baik yang dikelola oleh pemda maupun masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19.

Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
Meski begitu, tempat wisata di daerah itu masih ditutup untuk umum.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Bupati Gorontalo Utara, Gorontalo Indra Yasin mengatakan rapat pemerintahan daerah akan mulai digelar di tempat wisata."Kita memiliki begitu banyak tempat wisata. Mulai saat ini, kita akan menggelar rapat pemerintahan daerah di tempat wisata sekaligus sebagai ajang promosi," katanya, Sabtu (12/6).

Dia mengatakan sengaja menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait kunjungan Menteri Desa di Pulau Diyonumo, Desa Deme II Kecamatan Sumalata Timur di Pulau Saronde. "Rapat melulu di darat sehingga kita cari suasana yang lebih nyaman, tidak sumpek di kantor," katanya.

Baca Juga

Ia berharap model baru pelaksanaan rapat pemerintahan daerah di tempat wisata akan lebih memperkenalkan objek wisata kepada masyarakat, wisatawan nusantara, dan mancanegara. Meski begitu, tempat wisata di daerah itu masih ditutup untuk umum, termasuk objek wisata Pulau Saronde.

Selain mengikuti pengumuman pemerintah agar jangan dulu ada aktivitas di seluruh tempat wisata karena Covid-19, pemerintah daerah juga masih mengambil alih pengelolaan Pulau Saronde untuk melakukan pembenahan.

"Kita benahi dulu, kemudian membuka kerja sama dengan pemodal. Dengan siapa saja baik pemodal dalam negeri maupun luar negeri kita terbuka peluang menjalin kerja sama," katanya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile