Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kerangkeng di Bupati Langkat, Polisi Ikut Periksa Eks Warga Binaan

Selasa 25 Jan 2022 15:26 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Teguh Firmansyah

Temuan kerangkeng manusia di rumah tersangka korupsi bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin.

Temuan kerangkeng manusia di rumah tersangka korupsi bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin.

Foto: istimewa
Warga binaan merupakan istilah yang ditunjukan untuk mantan penghuni kerangkeng.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan polisi telah memintai keterangan 11 orang saksi terkait kasus penjara kerangkeng di rumah pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin. Saksi ini ada dari warga sekitar dan warga binaan atau penghuni penjara kerangkeng.

"Informasi kalau tidak salah tadi 10 sampai 11 orang yang dimintai keterangan. Ada dari pihak penjaga, warga sekitar, kemudian ada warga binaan," kata Hadi, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga

Kerangkeng ini terletak di halaman belakang rumah pribadi Terbit Rencana Peranginangin. Temuan penjara ini saat KPK bersama polisi melakukan penggeledahan pasca-OTT kasus suap yang menyeret orang nomor satu Kabupaten Langkat tersebut.

Informasi yang diperoleh polisi,kerangkeng itu dibuat sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba. Kemudian mereka dipekerjakan di ladang sawit milik Terbit tanpa bayaran. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan makan dan tempat tinggal.

“Betul memang informasinya mereka tidak mendapatkan salary, tetapi kebutuhan sandang kemudian makan dan sebagainya itu informasinya dipenuhi,” ujar Hadi.

Hadi menerangkan penghuni penjara kerangkeng ini adalah warga Langkat yang dititipkan keluarga dan saudaranya karena kecanduan narkoba. Keluarga menyerahkan anaknya untuk masuk tempat rehabilitasi itu dengan membuat surat pernyataan.

Selama masa rehabilitasi, para pencandu ini dijaga oleh mantan pasien atau mantan pecandu. Sementara untuk keperluan medis, mereka berkoordinasi dengan Puskesmas setempat.

Terbit Rencana sendiri kini sudah mendekam di penjara karena terseret kasus suap. Ia terkena OTT KPK pada Selasa (19/1/2022) pekan lalu. Barulah setelah itu penjara kerangkeng ini ditemukan saat KPK melakukan penggeledahan di rumah pribadinya.

Baca juga : Penghuni Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Dites Urine

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile