Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kepulauan Riau Waspadai Virus Omicron BA.5 dan BA.4

Jumat 17 Jun 2022 15:04 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pemerintah dan masyarakat di wilayah itu mewaspadai penyebaran subvarian dari Covid-19, yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

Ilustrasi. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pemerintah dan masyarakat di wilayah itu mewaspadai penyebaran subvarian dari Covid-19, yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

Foto: Pixabay
Transportasi laut dan udara dari Pulau Jawa menuju Kepri berjalan normal.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, pemerintah dan masyarakat di wilayah itu mewaspadai penyebaran subvarian dari Covid-19, yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Masyarakat dan aparatur pemerintahan harus mewaspadai penularan virus itu karena akses transportasi laut dan udara dari Pulau Jawa dan Jakarta menuju Kepri berjalan normal seperti sebelum pandemi.

 

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, mobilitas penduduk antardaerah tersebut menyebabkan potensi penularan semakin besar. Apalagi saat ini, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta, salah satunya meningkat tajam.

Baca Juga

Kewaspadaan masyarakat dan aparat pemerintahan harus diikuti dengan kedisiplinan penggunaan masker, terutama di tempat keramaian, meski di ruang terbuka. "Waspada tanpa rasa takut dan panik. Itu yang dibutuhkan," kata mantan Kadis Kesehatan Kepri itu , di Tanjungpinang, Jumat (17/6/2022).

Menurut dia, masyarakat tidak panik menghadapi Covid-19, tidak seperti kondisi tahun 2020-2021. Hal itu disebabkan imun atau kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk secara alami maupun melalui vaksinasi Covid-19.

"Kondisi sekarang jauh lebih baik lantaran jumlah warga yang tertular Covid-19 sedikit, dan jumlah yang meninggal dunia, sedikit," ucapnya.

Tjetjep mengungkapkan bahwa sampai sekarang belum ditemukan pasien yang tertular Omicron BA.4 dan BA.5. Rata-rata pasien Covid-19 tertular Omicron sehingga cepat sembuh. 

Ini tidak seperti saat Delta, varian Covid-19 menyerang masyarakat tanpa ampun. Tingkat kematian pasien yang tertular Omicron juga relatif sedikit.

"Ada penambahan satu kasus aktif baru Covid-19 di Batam sehingga jumlah pasien di kota ini menjadi tiga orang. Di Karimun ada dua kasus aktif sejak beberapa hari lalu, mudah-mudahan segera pulih," tuturnya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile