Rabu 10 Sep 2014 15:10 WIB

WHO: Tiap 40 Detik Satu Orang Lakukan Bunuh Diri

Bunuh Diri (ilustrasi)
Foto: Impala 74
Bunuh Diri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) menerbitkan laporan tentang upaya pencegahan bunuh diri menjelang peringatan hari pencegahan bunuh diri tahun 2014.

Menurut badan dunia itu, lebih dari 800.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahun, atau sekitar satu orang setiap 40 detik. Sekitar 75 persen kasus bunuh diri terjadi di negara-negara berpendapatan rendah sampai menengah.

WHO memperkirakan, angka kejadian bunuh diri di kawasan Asia Tenggara paling tinggi dibandingkan dengan kawasan lain.

Sekitar 39 persen kasus bunuh diri di dunia, menurut badan kesehatan itu, terjadi di negara-negara berpendapatan rendah sampai menengah di Asia Tenggara dengan kasus terbanyak di India pada 2012.

Mengurangi akses terhadap alat-alat yang bisa digunakan untuk bunuh diri merupakan salah satu cara untuk mencegah kematian akibat tindakan itu.

Selain itu layanan perawatan lanjutan dari tenaga kesehatan melalui kontak langsung, termasuk lewat telepon dan kunjungan ke rumah orang yang mencoba bunuh diri serta dukungan komunitas sangat penting dalam upaya pencegahan bunuh diri karena orang yang sudah mencoba bunuh diri berisiko besar untuk mencobanya lagi.

WHO merekomendasikan pelibatan instansi-instansi pemerintah terkait dalam upaya untuk mengembangkan respons komprehensif terkoordinasi guna mencegah bunuh diri.

 

Ikuti informasi terkini seputar sepak bola klik di sini

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement