REPUBLIKA.CO.ID, Diabetes dan obesitas dianggap sebagai penyakit yang fatal, namun ternyata tingkat kefatalannya tidak hanya sampai di situ. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasi JAMA Neurology menunjukkan bahwa mereka yang terkena diabetes dan obesitas juga rentan terserang penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).
Mariana-Anna Kioumourtzoglou dari Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston menunjukkan hasil penelitian yang didapatnya dari pemerintahan Denmark. Penelitian itu menunjukkan sebanyak 3.650 penduduk Denmark didiagnosa terkena ALS sejak 1982 sampai 2009.
Rata-rata mereka yang didiagnosa terkena penyakit ini adalah yang berusia 65,4 tahun. Dari 9.294 orang yang teridentifikasi mengidap diabetes, 55 persennya rentan terkena ALS.
"Kami mengadakan penelitian, dan dari keseluruhan populasi yang diteliti didiagnosa terkena diabetes sekaligus ALS. Selain itu, mereka yang terkena diabetes tipe 1 lebih berisiko terkena ALS dibanding yang memiliki diabetes tipe 2," paparnya seperti dikutip laman Medical News Today, Rabu (3/6).
Meski terbilang jarang, namun penyakit ini tak bisa disepelekan. Pasalnya, penyakit ini menyerang saraf motorik, yang mana saraf itu merupakan sel yang mengontrol aktivitas penting seperti berbicara, berjalan, bernapas, serta menelan.
Karena itu, wajar jika penyakit ini diklaim dapat menyebabkan kematian. Bahkan pada tahun 1941, seorang pemain bisbol asal Amerika, Lou Gehrig meninggal karena ALS telah menyerang seluruh sendi serta ototnya sehingga menyebabkan gangguan yang fatal.
Begitu pentingnya penyakit ini sehingga pada musim panas 2014 lalu, diadakanlah aksi penggalangan dana melalui tantangan ice bucket challenge yang banyak diikuti para selebriti serta olahragawan.