REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penularan MERS CoV DI Korea Selatan (Korsel) sejak 9 Juni 2015 sudah berdampak pada 95 orang yang mederita penyakit tersebut. Dari total tersebut, tujuh orang diantaranya sudah meninggal dunia.
"Artinya, memang ada yang agak mirip dengan kejadian super spreader pada penularan SARS pada 2003," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tjandra Yoga Aditama, Rabu (10/6).
Ia menambahkan, walau memang tetap masih ada perbedaan penulan SARS yang dari satu orang bisa menular lebih dari 50 orang. Namun tetap saja menurutnya, jumlah kasus masih terus bertambah dari hari ke hari, dan nampaknya belum dapat dikendalikan.
Selain itu, menurut Tjandra hal tersebut bisa terlihat dari runutan penularannya. Sebelumnya pada kasus indeks yaitu orang yang pertama membawa MERS CoV ke Korsel, pernah berobat ke Rumah Sakit (RS) St Mary.
Ternyata menurutnya, kemudian pasien itu mengalami batuk-batuk dan gejala lainnya di RS tersebut. Setelah itu akhirnya berakibat adanya penularan kepada 37 pasien atau pengunjung RS terus hingga mereka menderita penyakit MERS.
Bahkan, menurut Tjandra dari hasil pantauannya, salah seorang dari 37 pasien tersebut belakangan masuk Instalasi Gawat Darurat RS Samsung. Akibatnya, selama di rumah sakit tersebut maka pasien itu menularkan MERS ke 35 orang lain.