REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mitos seputar gigi sering kali menyesatkan bagi orang-orang yang tidak terbuka pada informasi. Terkadang hal yang baik dilakukan untuk gigi justru malah dihindari, begitu juga sebaliknya.
Untuk menghindari penyesatan seputar mitos gigi, Tanvir Singh, konsultan dokter gigi di Dentem, Gigi dan Ortodonti Clinic memaparkan beberapa mitos beserta fakta sebenarnya, dilansir dari Timesofindia, Ahad (26/7).
Memutihkan gigi merusak struktur gigi
Faktanya, teknik seperti zoom whitening bekerja dengan mengelupaskan noda dari gigi. Teknik ini berguna untuk membawa kembali warna alami dari gigi seseorang. Proses ini merupakan prosedur paling sederhana dan paling aman yang dilakukan oleh dokter gigi karena tanpa menggunakan zat pemutih ataupun bahan kimia lain.
Dilarang menyikat gusi
Menurur Tanvir, menyikat tidak hanya dilakukan pada gigi saja, tetapi juga gusi dan lidah memerlukannya juga. Menyikat daerah gusi membantu menyingkirkan plak yang menyebabkan peradangan dan akhirnya justru menimbulkan penyakit pada gusi. Jika gusi sensitif, jangan sikat daerah tersebut dengan terlalu keras. Gunakan sikat gigi yang lentur agar menghindari pendarahan pada gusi.
Makan permen karet setelah makan sama dengan menyikat gigi
Tidak ada yang dapat menggantikan teknik menyikat gigi, termasuk mengunyah permen karet. Seseorang harus menyikat gigi secara benar jika ingin membersihkan setalah makan. Jika ingin menggunaan permen karet sebagai alternatif, dianjurkan tidak mengunyahnya lebih dari 10 menit.