Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bagaimana Kalau Anak Sampai Kena Cacar Monyet?

Kamis 11 Aug 2022 15:02 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Seorang pria di Spanyol kedapatan naik Metro Madrid dengan tubuh penuh ruam cacar monyet. Anak-anak lebih mungkin mengalami komplikasi saat terkena cacar monyet.

Seorang pria di Spanyol kedapatan naik Metro Madrid dengan tubuh penuh ruam cacar monyet. Anak-anak lebih mungkin mengalami komplikasi saat terkena cacar monyet.

Foto: Dok Arturo M Henriques
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu penanganan khusus ketika kena cacar monyet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Monkeypox PB IDI Hanny Nilasari mengemukakan kelompok usia anak menjadi salah satu kelompok masyarakat yang perlu memperoleh penanganan khusus tenaga medis saat tertular cacar monyet. Demikian pula dengan

lansia dan orang yang memiliki imunitas lemah.

Baca Juga

Kasus cacar monyet pada anak telah dilaporkan terjadi di Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Sementara itu, menurut jurnal The Lancet, Child and Adolescent Health, anak-anak lebih mungkin mengalami komplikasi saat terkena cacar monyet, mulai dari

superinfeksi bakteri, sepsis, keratitis, komplikasi pernapasan karena abses faring dan pneumonia, hingga ensefalitis.

Hanny mengatakan infeksi cacar monyet pada anak-anak ditandai dengan ruam di permukaan kulit, muncul mukosa mulut dan kemudian meluas. Ketika mengalaminya, anak-anak akan menjadi sulit untuk makan.

"Nanti bisa terjadi infeksi lokal di area tersebut dan bahkan sampai menginfeksi area bagian dalam mulut atau orofaring," ujar Hanny dalam dialog virtual "Memahami Cacar Monyet yang Menjadi Darurat Kesehatan Global" diikuti dari Instagram IDN Times di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Infeksi di bagian orofaring dapat memicu hilangnya selera makan. Anak juga dapat merasakan gangguan menelan dan lainnya.

"Jadi, anak-anak memang harus menjadi perhatian khusus," katanya.

Tak hanya pada anak, kelompok risiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, serta orang-orang dengan imunitas yang rendah juga perlu memperoleh perlindungan. Misalnya masyarakat dengan penyakit yang kronis kanker dan orang-orang yang sedang menjalani pengobatan juga perlu mendapatkan perhatian khusus bila terpapar virus monkeypox.

"Jadi mereka ini kelompok yang juga harus menjadi perhatian saat terpapar monkeypox," katanya.

Cacar monyet kini sudah beredar di sejumlah negara. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan status cacar monyet satu level di bawah pandemi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile