Rabu 16 Dec 2015 23:47 WIB

Membidik Potensi Pasar Low Rise Apartment

salah satu sisi pemandangan di perumahan Serenia Hillls, Karang Tengah Jakarta Selatan
Foto: hiru
salah satu sisi pemandangan di perumahan Serenia Hillls, Karang Tengah Jakarta Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tinggal di gedung apartemen yang termasuk high rise building, tidak selamanya menjadi pilihan menarik bagi sebagian warga kota besar seperti Jakarta.

Masyarakat kini memiliki pilihan tinggal di apartemen yang berlantai tidak banyak atau yang disebut low rise apartment. Meski sampai kini belum menjamur, namun low rise apartment dapat menjadi pilihan menarik guna memenuhi permintaan konsumen yang tidak menyukai tinggal di gedung bertingkat tinggi.

Sampai saat ini tidak banyak pengembang yang membidik pasar itu. Salah satunya adalah Intiland yang tidak lama lagi akan mendirikan low rise apartment di kawasan Karang Tengah, Jakarta Selatan.

Diatas lahan seluas satu hektar ini, akan berdiri apartemen lima lantai yang terdiri dari 120 unit. "Orang ingin mendirikan apartemen tapi tidak dipinggir jalan," kata Permadi Indra Yoga, Pimpinan Proyek Serenia Hills memberikan alasan.  

Pihaknya akan membangun 120 unit apartemen yang terbagi dalam tiga blok. Tiap unit apartemen terdiri dari 2 hingga 3 kamar tidur.  Nantinya low rise apartment itu akan dibangun guna memenuhi kebutuhan karyawan asing yang bekerja di sekitar kawasan TB Simatupang. "Apartemen ini tidak dijual, tapi kita sewakan, harganya 1500 sampai 1700 dolar AS perunitnya," kata Permadi.

Selain apartemen, pihaknya juga telah membangun kawasan perumahan elit Serenia Hills diatas lahan seluas 25 hektar. Warga di perumahan ini mendapatkan pelayanan standar apartemen bagi penghuni perumahan landed house atau rumah tapak.

Di perumahan yang berbatasan dengan wilayah Tangerang Selatan ini, pengembang Intiland menyediakan fasilitas standar apartemen.  Seperti kamera cctv 40 unit, panic button di tiap rumah, genset untuk public area, intercom bagi komuniasi antara warga dengan petugas jaga yang bekerja 24 jam. "kami mengelolanya seperti apartemen," kata Permadi.  

Perkembangan nilai investasi di kawasan ini cukup tinggi. Apabila harga jual rumah tapak pada 2011 di kisaran Rp 1,7 miliar, pada tahun ini untuk tipe terkecil harga jual rumah mencapai kisaran Rp 4 miliar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement