Rabu 10 Feb 2016 05:58 WIB

Apakah 'Si Dia' Pasangan yang Tepat? Ini Jawabannya

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari
Jatuh cinta
Foto: torange
Jatuh cinta

REPUBLIKA.CO.ID, Menuju jenjang pernikahan bersama pasangan hidup yang tepat merupakan impian dari banyak orang. Sebelum benar-benar mengikat hubungan ke arah yang lebih serius, seseorang perlu memastikan terlebih dahulu bahwa pasangan mereka memang benar-benar merupakan orang yang tepat.

Ada beberapa kriteria untuk mengetahui apakah 'si dia' memang merupakan pasangan yang tepat untuk diajak menuju pelaminan. Untuk mengetahui 'kriteria' tersebut, Relate, Marriage Care and Relationship Scotland melakukan sebuah penelitian.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta responden untuk memilih tiga bentuk komitmen terbaik dalam menjalin sebuah hubungan. Sebagian besar responden umumnya menjawab bahwa bentuk komitmen dalam hubungan tercermin dari eksklusivitas, menikah dan saling berbagi masalah.

Dari hasil penelitian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar orang menginginkan pasangan hidup yang dapat saling menolong dan membuat satu sama lain merasa dicintai dan spesial. Di sisi lain, dalam menjalin hubungan ke arah yang serius, seseorang juga perlu menerima kekurangan dari pasangan mereka begitu pula sebaliknya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement