Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pandemi Tingkatkan Minat Baca Warga Berbagai Negara

Senin 23 Nov 2020 15:19 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga membaca buku saat mengunjungi beranda pustaka (bursa buku) dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Ahad (1/11/2020)

Warga membaca buku saat mengunjungi beranda pustaka (bursa buku) dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Ahad (1/11/2020)

Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
The Digital Reader menyebutkan minat baca meningkat di India, Thailand, dan China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sebagian besar aktivitas dilakukan di rumah mampu meningkatkan minat baca masyarakat di sejumlah negara. Data dari laman The Digital Reader menyebutkan minat baca meningkat di India, Thailand, dan China.

Selanjutnya, pendapatan industri penerbitan masih pada buku cetak dibandingkan buku elektronik maupun buku audio. Di lain sisi, buku cetakan fisik tersebut penjualannya semakin menurun.

Baca Juga

“Laman tersebut menyebutkan sebanyak 35 persen minat baca meningkat akibat pandemi Covid-19,” ujar Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Senin.

Jumlah jam yang dihabiskan oleh rata-rata masyarakat India untuk membaca buku per pekannya sebanyak 10 jam 42 menit. Kemudian Thailand dengan rata-rata sembilan jam 24 menit per minggu dan diikuti China dengan delapan jam per minggu.

Sementara rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan enam jam per pekan untuk membaca buku. Jumlah tersebut sedikit di bawah Australia yang mana masyarakatnya rata-rata menghabiskan enam jam 18 menit untuk membaca buku.

Posisi Indonesia lebih unggul dari Argentina (lima jam 54 menit), Turki (lima jam 48 menit), Spanyol (lima jam 48 menit), Kanada (lima jam 48 menit), Jerman (lima jam 42 menit), dan Amerika Serikat (lima jam 42 menit).

Syarif menjelaskan, meningkatnya minat baca tersebut dikarenakan sejumlah upaya yang dilakukan Perpusnas dan berbagai lapisan masyarakat, meskipun ketersediaan bahan bacaan di daerah terutama 3T terbatas. Perpusnas juga hadir tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui aplikasi, yakni iPusnas.

Sebelumnya, Perpusnas mencatat bahwa terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait minat baca masyarakat Indonesia bila dibandingkan dengan tahun 2017, dari rata-rata sebelumnya yang hanya sekitar 36,48 persen (2017) meningkat menjadi 52,92 persen (2018) dan 53,84 persen (2019).

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile