Home > >
Bobot Ringan, Jokowi Langganan Menang Lomba Balap Karung
Ahad , 17 Aug 2014, 20:50 WIB

Joko Widodo bersama para relawannya syukuran relawan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (23/7).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Halimatus Sa'diyah

JAKARTA -- Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara hari ini lebih meriah daripada biasanya. Ratusan orang tersebar di seluruh area taman. Maklum, hari ini sebuah pesta rakyat dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia digelar di taman tersebut, Ahad (17/8).

Sebanyak 17 batang pohon pinang yang akan digunakan untuk lomba sudah berdiri tegak. Di atasnya digantung beragam hadiah bagi peserta yang berhasil mencapai puncak.

Di sisi taman yang lain, terdapat arena lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dan lomba khas 17 Agustus-an lainnya. Selain itu, ada pula dua panggung musik yang siap menghibur warga. Semua rakyat tumpah ruah larut dalam kegembiraan.

Gubernur DKI Jakarta yang juga presiden terpilih Joko Widodo mengaku senang melihat antusiasme warga dalam pesta rakyat tersebut. Jokowi, yang datang dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, bahkan tak ragu ikut berpartisipasi dalam lomba balap karung setelah ditantang oleh panitia acara.

Namun, ia meminta syarat. "Kalau lawannya gemuk-gemuk, boleh lah," kata mantan wali kota Solo tersebut.

Jokowi tanpa ragu memakai karung goni yang telah disiapkan panitia acara. Dia langsung melompat ketika juri berteriak 'mulai.' Namun, rupanya gerak Jokowi kalah cepat dibanding lawan-lawannya. Jokowi berada di urutan paling belakang.

Meski kalah lomba, Jokowi tetap girang. Ia tak henti-hentinya tersenyum sambil melayani ratusan warga yang berebut ingin bersalaman dengannya.

Sebelumnya, Jokowi bercerita mengenai perayaan 17 Agustus yang pernah dialaminya saat masih kecil. Menurut presiden terpilih yang baru akan dilantik pada 20 Oktober tersebut, ia selalu menjadi langganan juara balap karung di kampungnya.

"Kalau 17 Agustus-an ya biasanya balap karung dan biasanya menang. Karena saya kan ringan, enteng," ujar mantan wali kota Solo tersebut.

Redaktur : Erik Purnama Putra
Reporter :
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar