REPUBLIKA.CO.ID, Melahirkan bayi prematur boleh dibilang menjadi kekhawatiran banyak ibu hamil. Bayi yang lahir sebelum waktunya biasanya memiliki berat badan lahir rendah dan lebih rentan terkena penyakit. Namun, sebenarnya apa pemicu bayi lahir prematur?
Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fetomaternal yakni dr Ali Sunkar, SpOG (K), ibu yang memiliki riwayat persalinan prematur dapat memiliki faktor risiko persalinan prematur lagi sebesar 15-30 persen.
Selain itu riwayat keguguran, merokok, keputihan yang berwarna dan bau, berat badan kurang dari 50 kg hingga infeksi gigi juga memicu terjadinya persalinan prematur. “Kalau ada infeksi gigi, giginya harus segera ditangani,” ujarnya dalam acara seminar kesehatan dengan tema “Deteksi Dini Berbagai Komplikasi Pada Kehamilan & Risiko Bayi Lahir Prematur" yang berlangsung di Brawijaya Women & Children Hospital.
Begitu pun dengan dr Ali yang mengatakan, banyak ibu hamil memenuhi nutrisinya saat sudah hamil, tapi tidak sejak sebelum hamil.Salah satu metode perawatan yang bisa diberikan pada bayi yang terlahit prematur adalah perawatan metode kanguru. “Metode kanguru bisa digunakan untuk mencegah perdarahan otak,” ujar dr Rinawati.